Komunikasi antar pribadi mantan narapidana perempuan dalam adaptasi diri dan pengembangan hubungan pada masyarakat Bugis-Makassar di kota Makassar
Komunikasi antarpribadi mantan narapidana perempuan dalam adaptasi
diri dan pengembangan hubungan dengan nilai 'ade siri ' pada masyarakat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100181 302.2 Bah k/R.17.65 Perpustakaan Pusat (REF.17.65) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Bah k/R.17.65Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xix,;375 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Bah kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Bahfiarti, Tuti -
Komunikasi antarpribadi mantan narapidana perempuan dalam adaptasi
diri dan pengembangan hubungan dengan nilai 'ade siri ' pada masyarakat Bugis
Makassar. Fokus penelitiannya adalah bagaimana komunikasi antarpribadi mantan
narapidana perempuan dalam melakukan adaptasi diri dan pengembangan
hubungan antarpribadi dengan masyarakat Bugis-Makassar. Tujuan penelitian ini
adalah menemukan pengalaman diri (self) mantan narapidana perempuan di
Lembaga Pemasyarakatan. Mengkategorisasikan pola adaptasi diri mantan
narapidana perempuan dengan kelekatan nilai budaya 'ade siri '. Menemukan dan
mengkategorisasikan pengembangan hubungan antarpribadi, menggambarkan
pola tahapan pengembangan hubungan antarpribadi mantan narapidana
perempuan, dan tampilan pengelolaan kesan (impression management) melalui
bahasa verbal dan bahasa nonverbal dalam mengembangkan hubungan
antarpribadi mereka dengan old significant others dan new significant others.
Dalam mencapai tujuan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
metode penelitian kualitatif atau paradigm a interpretatif. Berdasarkan pada
metode penelitian kualitatif, maka pengumpulan data dilakukan melalui observasi
non partisipan atau pengamatan tidak berperan, wawancara mendalam (in-depth
interview), studi dokumenter yang relevan penelitian subkulture Bugis-Makassar.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah menemukan pengalaman diri (self)
mantan narapidana perempuan dengan tetap mengistilahkan Lembaga
Pemasyarakatan sebagai "penjara". Penemuan realitas dikategorikan, sebagai
temp at yang selalu diliputi kecemasan, ketidakpastian, dan ketakutan, tempat
pengisolasian diri, tempat pemberlakuan hukum rimba, dan temp at perampasan
kemerdekaan diri.
Pola kategori adaptasi diri mantan narapidana perempuan dengan
kelekatan nilai siri' dikategorisasikan, yakni adaptasi regresi (menarik diri),
adaptasi kompromi (kesepakatan), dan adaptasi frontal (terang-terangan). Hal ini
berarti bahwa semakin kuat kelekatan nilai siri' yang dimiliki oleh mantan
narapidana perempuan maka semakin menutup diri atau menarik diri dengan
masyarakat Bugis-Makassar. Hal tersebut disebabkan oleh kuatnya kelekatan siri'
yang mereka miliki sehingga mereka lebih memilih menutupi identitasnya.
Pengembangan hubungan antarpribadi yang dilakukan oleh mantan
narapidana perempuan dalam mengembangkan hubungan antarpribadi yang
ditemukan dalam penelitian ini adalah, yakni terbuka, semi terbuka, dan tertutup.
Penentuan bagian ditentukan oleh faktor internal (in self) dalam diri mantan
narapidana perempuan termasuk kelekatan siri' yang dimiliki dan faktor ekstemal
(out self) significant others.
Penemuan yang menggambarkan pola tahapan pengembangan hubungan
mantan narapidana dengan masyarakat Bugis-Makassar dibagi dua, yakni
peningkatan hubungan yang ditandai dengan tahapan, pra-interaksi, inisiasi,
penjajakan, intensif, dan keeratan hubungan. Penurunan hubungan meliputi,
membosankan, kesenjangan hubungan, individual, pemisahan, dan diam.
Selanjutnya pengelolaan kesan (impression management) yang ditampilkan oleh
mantan narapidana perempuan secara situasional dan permanen. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






