Detail Cantuman

Image of Identitas etnik remaja dalam konteks komunikasi antarbudaya

 

Identitas etnik remaja dalam konteks komunikasi antarbudaya


Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma
konstruktivisme yang terfokus pada fenomenologi. Penelitian ini bertujuan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100133302.2 Ary i/R.17.64Perpustakaan Pusat (REF.17.64)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Ary i/17.64
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;350 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Ary i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma
    konstruktivisme yang terfokus pada fenomenologi. Penelitian ini bertujuan
    mendapatkan penjelasan dan model tentang bagaimana remaja transmigran etnik
    Jawa menegosiasikan identitas etniknya dalam konteks komunikasi antarbudaya
    di keluarga, sekolah dan masyarakat di Propinsi Lampung.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja belum sepenuhnya
    menegosiasikan identitas etniknya untuk itu remaja cenderung merekonstruksi
    budaya Jawa sebagai rujukan dalam negosiasi identitas etnik. Remaja
    menegosiasikan identitas etniknya dengan menggunakan bahasa Jawa verbal dan
    nonverbal yang dinyatakan dalam konteks komunikasi antarbudaya di keluarga,
    sekolah dan masyarakat.

    Remaja menegosiasikan identitas etniknya sesuai dengan kesadarannya
    dalam suasana yang terbangun dalam interaksi melalui pengembangan etnisitas
    tunggal secara positif, etnisitas tunggal secara negatif dan etnisitas ganda secara
    positif, sehingga remaja dapat menyatakan dan melindungi identitas etniknya serta
    menyandarkan identitas diri pada identitas hubungan yang dibangun dalam
    interaksi.

    Negosiasi identitas etnik remaja di keluarga berhubungan riwayat migrasi
    keluarga, sosialisasi budaya dalam keluarga, pola interaksi keluarga, adopsi dan
    budaya yang dirujuk dalam keluarga, bahasa verbal . dan nonverbal yang
    digunakan dalam interaksi, jenis pekerjaan orang tua, dan tanggapan remaja
    terhadap budaya Jawa.

    Negosiasi identitas etnik remaja di sekolah berhubungan dengan pemilihan teman
    sebagai partner interaksi, kedekatan tern pat duduk, kesamaan hobi, dan tingkatan
    kelas. Hal ini juga berhubungan dengan pemaknaan remaja terhadap afiliasi dan
    posisi remaja dalam kelompok, pola komunikasi yang dibangun, motif interaksi,
    dan bahasa verbal serta nonverbal yang digunakan.

    Secara umum interaksi remaja di masyarakat belum memreoritaskan penyataan
    identitas etnik. Hal ini dikarenakan interaksi remaja masih terfokus pada keluarga
    dan teman.

    Temuan dalam penelitian ini adalah identitas etnik remaja didasarkan pada
    garis keturunan atau dengan derajat hubungan remaja dengan orang tua.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi