Detail Cantuman

Image of Politik Pencitraan Wakil Rakyat (syudi dramaturgis tentang komunikasi politik wakil rakyat di DPRD kabupaten Bandung Jawa barat)

 

Politik Pencitraan Wakil Rakyat (syudi dramaturgis tentang komunikasi politik wakil rakyat di DPRD kabupaten Bandung Jawa barat)


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai Politik Pencitraan
Wakil Rakyat di DPRD' Kabupaten Bandung. Secara spesifik penelitian ini ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100147302.2 Anu p/R.17.61Perpustakaan Pusat (REF.17.61)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Anu p/R.17.61
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    318 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Anu p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai Politik Pencitraan
    Wakil Rakyat di DPRD' Kabupaten Bandung. Secara spesifik penelitian ini
    difokuskan kepada: (1) Strategi PR politik wakil rakyat dalam menciptakan citra;
    (2) Strategi PR politik wakil rakyat dalam memelihara citra; (3) Strategi PR
    politik wakil rakyat dalam meningkatkan citra; dan (4) Strategi PR politik wakil
    rakyat dalam memperbaiki citra.

    Penelitian ini menggunakan perspektif subjektif dengan dengan
    menggunakan teori, yaitu teori Dramaturgi Erving Goffman, Tindakan sosial Max
    Weber, Fenomenologi Alfred Schutz, dan Konstruksi Realitas dari Peter L. Berger
    dan Thomas Luckman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
    observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.
    Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan
    Huberman.

    Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Strategi
    wakil rakyat dalam menciptakan citra dimulai dari gedung DPRD dengan cara
    memperhatikan gaya bicara, penguasaan terhadap suatu isu atau topik dalam
    diskusi dan persidangan, dan memperhatikan pakaian. Strategi ini dilakukan
    dalam upaya menciptakan citra. Sedangkan penciptaan citra di masyarakat
    menggunakan strategi pemasangan baliho dan spanduk, membagikan kartu nama,
    membagikan kalender, silaturahim, kampanye, dan perbaikan sarana; (2) Strategi
    PR politik wakil rakyat dalam memelihara citra dilakukan tampil harmonis
    dilingkungan keluarga, vokal, kritis, dan bersahabat di gedung DPRD,
    membangun komunikasi intensif dengan masyarakat, melakukan program aksi,
    melaksanakan tupoksi, memperjuangkan aspirasi rakyat, tidak melanggar norma
    sosial, serta disiplin. Di samping itu pemeliharaan citra bagi mereka yang
    berprofesi da'i dilakukan dengan cara tampil mengesankan, terpercaya, fasih
    dalam membacakan al-Qur'an dan Hadits, serta memperhatikan penampilan
    (busana); (3) Strategi PR politik wakil rakyat dalam meningkatkan citra
    menggunakan strategi melaksanakan tupoksi sebagai wakil rakyat, respek
    terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat, tidak melanggar etika dan
    norma, melakukan komunikasi intensif dengan masyarakat, dan melakukan
    empati terhadap kondisi masyarakat yaIig berkembang; (4) Strategi PR politik
    wakil rakyat dalam memperbaiki citra dilakukan dengan cara memecat wakil
    rakyat yang terkena kasus hukum, etika dan norma, meningkatkan disiplin,
    meningkatkan integritas, dan melakukan komunikasi dengan rakyat secara
    intensif Secara umum dapat disimpulkan bahwa strategi politik pencitraan wakil
    rakyat di DPRD Kabupaten Bandung dilakukan melalui langkah-langkah
    perencanaan, posisi dan manuver. Menurut perspektif dramaturgi, perencanaan
    dan posisi berada pada wilayah back. stage, sedangkan manuver berada pada
    wilayahfront stage.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi