<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14529">
 <titleInfo>
  <title>Politik Pencitraan Wakil Rakyat (syudi dramaturgis tentang komunikasi politik wakil rakyat di DPRD kabupaten Bandung Jawa barat)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anugrah, Dadan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>318 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai Politik Pencitraan &#13;
Wakil Rakyat di DPRD' Kabupaten Bandung. Secara spesifik penelitian ini &#13;
difokuskan kepada: (1) Strategi PR politik wakil rakyat dalam menciptakan citra; &#13;
(2) Strategi PR politik wakil rakyat dalam memelihara citra; (3) Strategi PR &#13;
politik wakil rakyat dalam meningkatkan citra; dan (4) Strategi PR politik wakil &#13;
rakyat dalam memperbaiki citra. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan perspektif subjektif dengan dengan &#13;
menggunakan teori, yaitu teori Dramaturgi Erving Goffman, Tindakan sosial Max &#13;
Weber, Fenomenologi Alfred Schutz, dan Konstruksi Realitas dari Peter L. Berger &#13;
dan Thomas Luckman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan &#13;
observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. &#13;
Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan &#13;
Huberman. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Strategi &#13;
wakil rakyat dalam menciptakan citra dimulai dari gedung DPRD dengan cara &#13;
memperhatikan gaya bicara, penguasaan terhadap suatu isu atau topik dalam &#13;
diskusi dan persidangan, dan memperhatikan pakaian. Strategi ini dilakukan &#13;
dalam upaya menciptakan citra. Sedangkan penciptaan citra di masyarakat &#13;
menggunakan strategi pemasangan baliho dan spanduk, membagikan kartu nama, &#13;
membagikan kalender, silaturahim, kampanye, dan perbaikan sarana; (2) Strategi &#13;
PR politik wakil rakyat dalam memelihara citra dilakukan tampil harmonis &#13;
dilingkungan keluarga, vokal, kritis, dan bersahabat di gedung DPRD, &#13;
membangun komunikasi intensif dengan masyarakat, melakukan program aksi, &#13;
melaksanakan tupoksi, memperjuangkan aspirasi rakyat, tidak melanggar norma &#13;
sosial, serta disiplin. Di samping itu pemeliharaan citra bagi mereka yang &#13;
berprofesi da'i dilakukan dengan cara tampil mengesankan, terpercaya, fasih &#13;
dalam membacakan al-Qur'an dan Hadits, serta memperhatikan penampilan &#13;
(busana); (3) Strategi PR politik wakil rakyat dalam meningkatkan citra &#13;
menggunakan strategi melaksanakan tupoksi sebagai wakil rakyat, respek &#13;
terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat, tidak melanggar etika dan &#13;
norma, melakukan komunikasi intensif dengan masyarakat, dan melakukan &#13;
empati terhadap kondisi masyarakat yaIig berkembang; (4) Strategi PR politik &#13;
wakil rakyat dalam memperbaiki citra dilakukan dengan cara memecat wakil &#13;
rakyat yang terkena kasus hukum, etika dan norma, meningkatkan disiplin, &#13;
meningkatkan integritas, dan melakukan komunikasi dengan rakyat secara &#13;
intensif Secara umum dapat disimpulkan bahwa strategi politik pencitraan wakil &#13;
rakyat di DPRD Kabupaten Bandung dilakukan melalui langkah-langkah &#13;
perencanaan, posisi dan manuver. Menurut perspektif dramaturgi, perencanaan &#13;
dan posisi berada pada wilayah back. stage, sedangkan manuver berada pada &#13;
wilayahfront stage. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Anugrah, Dadan</note>
 <subject authority="">
  <topic>Strategi, PR Politik, Citra</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Anu p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Anu p/R.17.61</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100147</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.61)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Anu p/R.17.61</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14529</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-24 13:38:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>