<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14528">
 <titleInfo>
  <title>Pola  komunikasi antar budaya komunitas nelayan dalam aktifitas sosial -ritual di Kedungrejo Muncar Banyuwangi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ainiyah, Nur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;329 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana proses komunikasi &#13;
antarbudaya komunitas nelayan dalamaktifitas sosial-ritual berlangsung dengan ciri &#13;
kelokalan komunitas nelayan' Kedungrejo. Sehingga menjadi pengembangan untuk &#13;
komunikasi antarbudaya secara teoritis dan praktis. Masyarakat nelayan Kedungrejo yang &#13;
terdiri dari beberapa suku pendatang salah satu diantarnya adalah komunitas nelayan &#13;
Bugis, Madura lebur bersarna nelayan Jawa berbeda secara etnik dan budaya. Jika &#13;
nelayan Madura beketja secara berkelompok besar dalam Kapal Slerek, nelayan Bugis &#13;
dalam kapal sekoci sedangkan nelayan Jawa lebih banyak beketja sebagai buruh &#13;
(pandiga). Maka pertanyaan penelitian ini diantaranya(l) Bagaimana realitas budaya &#13;
lokaI Kedungrejo dalam pengembangan komunikasi antarbudaya di kalangan komunitas &#13;
neIayan?, (2) Bagaimana makna fenomena komunikasi sosiaI-ritual dipaharni oleh &#13;
komunitas nelayan Bugis, Jawa dan Madura?, (3) Bagaimana pola komunikasi &#13;
antarbudaya komunitas nelayan Bugis, Jawa dan Madura dalam aktifitas sosial-ritual &#13;
dalam kehidupan sehari-hari? Kerangka pemikiran dalam penelitian ini bermula dari &#13;
peneIusuran kajian literatur terhadap hasil-hasil penelitian interaksi sosiaI dan tipologi &#13;
masyarakat nelayan, interaksi ritual masyarakat nelayan dan komunikasi masyarakat &#13;
neIayan beragam budaya membawa pada kerangka teoritik; fenomenologi, interaksi &#13;
simbolik, dramaturgi dan komunikasi antarbudaya. Maka kerangka pemikiran penelitian &#13;
ini dengan pendekatan fenomenologi, interaksi simbolik, dramaturgi dan komunikasi &#13;
antarbudaya diharapkan akan mengungkap pertukaran makna komunikasi sosial-ritual &#13;
atas tindakan nelayan. Sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa etnografis &#13;
(domain, taksonomik dan komponen), setelah mengumpulkan data dengan teknik &#13;
observasi, wawancara dan dokumen. Maka diperoleh hasil penelitian bahwa pertama &#13;
realitas budaya lokal Kedungrejo melaIui proses interaksi terns menerus secara &#13;
intersubjektif. Kedua, makna fenomena komunikasi sosial-ritual komunitas nelayan &#13;
Kedungrejo sangat beragam baik ideologis, sosiaI, budaya dan ekonomi tergantung &#13;
individu yang meyakininya yang kemudian menjadi motifbagi nelayan untuk melakukan &#13;
tindakan sosial dan budaya pada komunitasnya. Ketiga, pola komunikasi antarbudaya &#13;
komunitas nelayan tetjadi meIalui berbagai media seperti pergauIan, peketjaan, &#13;
pendidikan, organisasi dan ritual melalui fase informatif, tranformatif, adaptif dan &#13;
akomodatif antar budaya menciptakan makna yang mendasari sikap dan tindakan nelayan &#13;
yang bervariasi, permisif, memanipulasi diri dan etnosentris. Namun rnayoritas proses &#13;
komunikasi ini betjalan efektif dalam komunikasi antarbudaya yang menghasilkan &#13;
&quot;budaya baru yang plural&quot; dan diterima oleh seinua kalangan Bugis, Jawa dan Madura.</note>
 <note type="statement of responsibility">Ainiyah, Nur</note>
 <subject authority="">
  <topic>Nelayan, etnik, budaya dan komunikasi antarbudaya</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Ain p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Ain p/R.17.58</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100156</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.58)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Ain p/R.17.58</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14528</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-24 13:11:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>