Detail Cantuman

Image of Kontruksi media massa arus utama atas berita yang diadukan masyarakat

 

Kontruksi media massa arus utama atas berita yang diadukan masyarakat


Studi ini dibuat berawal dari banyaknya kasus pemberitaan media massa yang bermasalah dan
diadukan keDewan Pers sepanjang tahun 2011, baik ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100315302.2 Agu k/R.17.57Perpustakaan Pusat (REF.17.57)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Agu k/R.17.57
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;544 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Agu k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Studi ini dibuat berawal dari banyaknya kasus pemberitaan media massa yang bermasalah dan
    diadukan keDewan Pers sepanjang tahun 2011, baik cetak maupun elektronik. Kenyataan
    tersebut menjadi dasar studi ini untuk melihat bagaimana konstruksi media massa dalam melihat
    dan menyusun suatu realitas sebagai sebuah berita, dilihat dari tahap menyiapkan materi
    konstruksi, menyebarkan konstruksi, membentuk konstruksi, dan mengkonfimasi konstruksi
    tersebut melalui akuntalibitas media. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan
    pendekatan paradigma konstruktivis.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk media massa yang tidak memiliki pesaing besar tidak
    menghadapi masalah berarti dalam tahap menyiapkan materi konstruksi. Sedangkan untuk media
    massa yang bersaing ketat pada akhirnya membuat materi sebagai komoditas, sehingga
    terkadang materi didapatkan secara instan dengan kelonggaran cukup besar dalam hal rekruitmen
    wartawannya. Di tahap distribusi konstruksi, keluhan muncul untuk media massa yang menuntut
    kecepatan sehingga seakan-akan berlomba menjadi media terdepan yang menjual sensasi tanpa
    memerhatikan akurasi. Sementara di tahap membentuk konstruksi, masalah timbul ketika cara
    media massa menjelaskan peristiwa dengan kerangka berpikir tertentu menyebabkan
    pemberitaan seakan-akan tendensius. Di tahap konfirmasi, didapat bahwa hanya dua objek
    penelitian yaitu Tempo dan Kompas.com yang memiliki badan ombudsman, dua lainnya belum
    dapat dikatakan memiliki akuntabilitas tinggi karena tidak memiliki badan independen tersebut.

    Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjebaknya media massa dalam
    memburu kecepatan dan sensasi semata tanpa memerhatikan akurasi telah menjadi keluhan
    masyarakat yang dewasa ini telah sangat kritis terhadap kualitas pemberitaan di media massa.
    Dalam kasus ini, media massa pada akhirnya dipandang menyerah kepada industri yang
    mengedepankan komoditas daripada konten berita yang akurat dan dapat
    dipertanggungjawabkan ..

    Melihat permasalahan tersebut, penulis menyarankan kepada media massa untuk mengurangi
    penggunaan kalimat tendensius yang mengurangi objektivitas peberitaan, memerhatikan masalah
    perekrutan wartawan yang lebih ketat, serta selalu didampingi dengan lembaga ombudsman yang
    independen untuk menjaga akuntabilitas dan kredibilitas media massa tersebut.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi