<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14527">
 <titleInfo>
  <title>Kontruksi media massa arus utama atas berita yang diadukan masyarakat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mudjito</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agustin, Herlina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;544 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi ini dibuat berawal dari banyaknya kasus pemberitaan media massa yang bermasalah dan &#13;
diadukan keDewan Pers sepanjang tahun 2011, baik cetak maupun elektronik. Kenyataan &#13;
tersebut menjadi dasar studi ini untuk melihat bagaimana konstruksi media massa dalam melihat &#13;
dan menyusun suatu realitas sebagai sebuah berita, dilihat dari tahap menyiapkan materi &#13;
konstruksi, menyebarkan konstruksi, membentuk konstruksi, dan mengkonfimasi konstruksi &#13;
tersebut melalui akuntalibitas media. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan &#13;
pendekatan paradigma konstruktivis. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk media massa yang tidak memiliki pesaing besar tidak &#13;
menghadapi masalah berarti dalam tahap menyiapkan materi konstruksi. Sedangkan untuk media &#13;
massa yang bersaing ketat pada akhirnya membuat materi sebagai komoditas, sehingga &#13;
terkadang materi didapatkan secara instan dengan kelonggaran cukup besar dalam hal rekruitmen &#13;
wartawannya. Di tahap distribusi konstruksi, keluhan muncul untuk media massa yang menuntut &#13;
kecepatan sehingga seakan-akan berlomba menjadi media terdepan yang menjual sensasi tanpa &#13;
memerhatikan akurasi. Sementara di tahap membentuk konstruksi, masalah timbul ketika cara &#13;
media massa menjelaskan peristiwa dengan kerangka berpikir tertentu menyebabkan &#13;
pemberitaan seakan-akan tendensius. Di tahap konfirmasi, didapat bahwa hanya dua objek &#13;
penelitian yaitu Tempo dan Kompas.com yang memiliki badan ombudsman, dua lainnya belum &#13;
dapat dikatakan memiliki akuntabilitas tinggi karena tidak memiliki badan independen tersebut. &#13;
&#13;
Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjebaknya media massa dalam &#13;
memburu kecepatan dan sensasi semata tanpa memerhatikan akurasi telah menjadi keluhan &#13;
masyarakat yang dewasa ini telah sangat kritis terhadap kualitas pemberitaan di media massa. &#13;
Dalam kasus ini, media massa pada akhirnya dipandang menyerah kepada industri yang &#13;
mengedepankan komoditas daripada konten berita yang akurat dan dapat &#13;
dipertanggungjawabkan .. &#13;
&#13;
Melihat permasalahan tersebut, penulis menyarankan kepada media massa untuk mengurangi &#13;
penggunaan kalimat tendensius yang mengurangi objektivitas peberitaan, memerhatikan masalah &#13;
perekrutan wartawan yang lebih ketat, serta selalu didampingi dengan lembaga ombudsman yang &#13;
independen untuk menjaga akuntabilitas dan kredibilitas media massa tersebut. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Agustin, Herlina</note>
 <subject authority="">
  <topic>Melihat permasalahan tersebut, penulis menyarankan</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Agu k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Agu k/R.17.57</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100315</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.57)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Agu k/R.17.57</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14527</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-24 13:17:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>