Kompetensi komunikasi antarbudaya etnik cina Bangka dalam konteks hubungan bisnis dengan etnik melayu Bangka
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami persepsi diri
etnik Cina Bangka dan persepsi diri etnik Melayu Bangka sebagai ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100085 302.2 Agu k/17.56 Perpustakaan Pusat (REF.17.56) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Agu k/17.56Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xxiii,;594 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Agu kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Agustina -
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami persepsi diri
etnik Cina Bangka dan persepsi diri etnik Melayu Bangka sebagai identitas budaya
dan menggambarkan pengelolaan identitas budaya dan presentasi diri sebagai
kompetensi komunikasi antarbudaya etnik Cina Bangka dalam konteks hubungan
bisnis dengan etnik Melayu Bangka. Serta menggambarkan dan menjelaskan model
kompetensi komunikasi antar budaya etnik Cina Bangka. Kajian kompetensi
komunikasi antarbudaya etnik Cina Bangka dalam konteks hubungan bisnis dengan
etnik Melayu Bangka menggunakan pendekatan subyektif dan perspektif interpretif
dan tradisi penelitiannya adalah fenomenologi. Tradisi fenomenologi fokus pada
persepsi dan makna individu dalam kaitan pengalaman kompetensi komunikasi
antarbudaya yang dialami langsung oleh 25 informan etnik Cina Bangka dan 5
informan etnik Melayu Bangka sebagai subyek penelitian. Aktifitas-aktifitas
komunikasi yang membentuk identitas budaya dan kompetensi komunikasi
antarbudaya yang dialami informan digali dengan . menggunakan wawancara
mendalam dan observasi, diperoleh data berupa pemyataan dan perilaku yang dialami
oleh etnik Cina Bangka dan etnik Melayu Bangka.
Hasil penelitian ini adalah (1) identitas budaya etnik Cina Bangka memiliki
persepsi diri yaitu terbuka dan mau berbaur, memperhatikan sopan santun dan
kejujuran, pekerja keras ulet dan hidup hemat, keturunan orang bijak dan beradab,
Cina kebon dan Cina pasar, berbeda dengan Melayu dalam pola pikir dagang serta
mengutamakan hubungan jangka panjang. Sementara identitas budaya Melayu
Bangka adalah terbuka, taat pada ajaran Islam, Melayu adalah Islam dan Islam adalah
Melayu, tidak menghalalkan segala caralpelicin, konsumtif dan suka pamer.
Sebaliknya etnik Melayu Bangka menurut etnik Cina Bangka adalah Melayu terbuka
dan mau berbaur, Melayu mudah dirayu, suka dipuji dan disanjung, mudah merasa
. puas, konsumtif, cenderung suka pamer, Melayu bicara terbalik atau tidak bisa
dipegang perkataannya atau tidak Jujur, Melayu "Dak Kawah Susah" atau tidak mau
kerja keras.. tidak teliti, tidak cerewet, Melayu bukan kompetitor dan Melayu suka
Cina yang ramah. Etnik Cina Bangka menurut etnik Melayu Bangka adalah Cina
menghalalkan segala cara, menggunakan pelicin, Cina memanfaatkan modal
mengatur Melayu atau kasar dan Cina mau berbaur. (2) kompetensi komunikasi
antarbudaya etnik Cina Bangka terbentuk ketika etnik Cina Bangka melakukan
pengelolaan identitas budaya dan presentasi diri melalui pemeliharaan citra diri
dengan taktik presentasi diri dan perbaikan citra diri dengan cara adaptasi identitas
diri (3) model kompetensi antarbudaya etnik Cina Bangka yang mereprentasikan
bagaimana etnik Cina Bangka melakukan pengelolaan identitas budaya dan presentasi
diri etnik Cina Bangka ketika berhubungan. bisnis dengan etnik Melayu Bangka
dengan melakukan pemeliharaan citra diri dengan cara taktik presentasi diri dan
perbaikan citra diri dengan cara adaptasi identitas diri.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






