Kontruksi pengalaman komunikasi dan konsep diri perempuan bertubuh gemuk dalam perspektif fenomenologi
Penelitian ini mengungkap pengalaman komunikasi antarpribadi dan
konsep diri perempuan bertubuh gemuk, motif perempuan bertubuh gemuk dalam ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100134 302 Wir k/17.53 Perpustakaan Pusat (REF.17.53) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302 Wir k/17.53Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiii,;308 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302 Wir kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Wirman, Welly -
Penelitian ini mengungkap pengalaman komunikasi antarpribadi dan
konsep diri perempuan bertubuh gemuk, motif perempuan bertubuh gemuk dalam
upaya mencapai berat badan ideal, serta mengetahui makna gemuk bagi
perempuan bertubuh gemuk.
Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivisme
dan jenis studi fenomenologi. Subjek penelitian adalah 15 orang perempuan
bertubuh gemuk di Pekanbaru yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data
diperoleh melalui wawancara mendalam, pengamatan (observasi) dan studi
pustaka.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: pengalaman komunikasi
perempuan bertubuh gemuk terkait dengan kegemukannya meliputi, pengalaman
komunikasi menyenangkan, dan pengalaman komunikasi tidak menyenangkan.
Hal tersebut merupakan hasil dari interaksinya dengan keluarga, lingkungan
pendidikan, pekerjaan dan lawanjenis.
Pelaku yang mengalami kegemukan sejak dini dan diusia remaja sebagian
besar memiliki konsep diri positif. Sebaliknya konsep diri negatif, cenderung
terjadi pada pelaku yang memiliki riwayat kegemukan diusia dewasa. Terdapat
tiga kategori konsep diri perempuan bertubuh gemuk yaitu : Cl). Memandang diri
positif secara fisik, psikis dan sosial; (2). memandang diri negatif secara fisik dan
psikis, namun positif secara sosial, dan (3). memandang diri negatif secara fisik,
psikis dan sosial.
Tindakan yang dilakukan perempuan gemuk untuk menurunkan berat
badan, dilatarbelakangi oleh motif bugar untuk alasan kesehatan, dan motif segar
untuk alasan penampilan. Dilihat dari sumber motivasi menurunkan berat badan,
sebagian pelaku memiliki motif yang berasal dari diri sendiri (motif personal) dan
sebagian lagi dimotivasi oleh orang lain (motif sosial).
Konsep gemuk dimaknai oleh perempuan bertubuh gemuk secara bervariasi,
disebabkan pemaknaan mereka terhadap arti kata gemuk diidentifikasi secara
spesifik dan dikorelasikan dengan kondisi fisik mereka berdasarkan pengetahuan
yang dimiliki, serta peristiwa yang dialami oleh masing-masing pelaku.
Perempuan yang mengalami obesitas memaknai kegemukannya sebagai tubuh
tidak sehat, yang mengarah pada aspek yang cenderung berkaitan dengan
kesehatan. Perempuan over weight memaknai kegemukannya sebagai tubuh tidak
indah, yang mengarah pada nilai-nilai estetika.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






