Implementasi kebijakan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja daerah di Kabupaten Sumbawa Barat
Masalah dalam penelitian ini adalah bahwa implementasi kebijakan
pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera h (APBD) di
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100317 302 Sal i/R.17.51 Perpustakaan Pusat (REF.17.2012) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302 Sal i/R.17.51Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xvi,;216 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302 Sal iTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Saleh, Muhammad -
Masalah dalam penelitian ini adalah bahwa implementasi kebijakan
pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera h (APBD) di
Kabupaten Sumbawa Barat belum dapat diwujudkan secara efektif Maksud
penelitian ini untuk menelusuri, mengungkapkan fakta empiris, memahami proses
dan mendeskripsikan permasalahan dan faktor-faktor penyebab belum efektifnya
implementasi kebijakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD di Kabupaten
Sumbawa Barat.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendapatkan pemahaman atas
fenomena empirik terkait implementasi kebijakan pertanggungjawaban
pelaksanaan APBD di Kabupaten Sumbawa Barat.(2) memperoleh konsep barn
tentang implementasi kebijakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang
selanjutnya akan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan Ilmu
Pemerintahan dan ilmu Administrasi Publik.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif,
dengan desain eksploratif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara,
observasi dan studi dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan
pendekatan model implementasi kebijakan menurut Edward Ill, bahwa faktor
komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi berpengaruh dalam
implementasi kebijakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD di Kabupaten
Sumbawa Barat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD di Kabupaten Sumbawa Barat belum
dapat dilaksanakan secara efektif sesuai dengan tujuan dan sasran kebijakan
karena tidak optimalnya faktor komunikasi yang ditandai dengan tidak efektifnya
transmisi dan tidak konsistennya informasi dalam pembuatan pedoman
pelaksanaan kebijakan (SOP) sebagai akibat rendahnya komitrnen dan integritas
para implementator untuk memahami dan menguasai substansi kebijakan dalam
rangka mewujudkan tujuan kebijakan. Selain itu tidak tercapainya tujuan dan
sasaran kebijakan juga disebabkan karena masih rendahnya dukungan sumberdaya
aparatur, staffing birokrasi yang kurang baik dan belum mantapnya sistem
pengendalian internal dalam struktur birokrasi.
Konsep baru yang diperoleh dalam penelitian ini adalah efektifitas
implcmentasi kebijakan sangat ditcntukan oleh komitmen dan integritas para
implementator dalam melaksanakan kebijakan. Selain itu dalam penelitian ini
juga terungkap bahwa penerapan sistem pengendalian internal dalam struktur
birokrasi menentukan keberhasilan implementasi kebijakan ..
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






