
Text
[SKRIPSI] HUBUNGAN ANTARA QUARTER-LIFE CRISIS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA INDIVIDU DEWASA MUDA
"ABSTRAK
Masa dewasa muda merupakan masa yang ditandai dengan adanya tugas perkembangan berupa individu mulai mengambil peran dan tanggung ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012021S3400 S3400 Tsa h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (-) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3400 Tsa hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2021 Deskripsi Fisik xiv., 121 hlm.: ill,; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110170090Klasifikasi S3400 Tsa hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab TSANA AFRANI SUYONO -
"ABSTRAK
Masa dewasa muda merupakan masa yang ditandai dengan adanya tugas perkembangan berupa individu mulai mengambil peran dan tanggung jawab berkaitan dengan pekerjaan dan karir, relasi, finansial, dan sebagainya. Dalam melaksanakan tugas perkembangannya, individu dewasa muda akan mengalami berbagai tantangan dan kesulitan sehingga dapat memunculkan emosi negatif yang merupakan pengalaman nyata dan sering disebut sebagai quarter-life crisis. Beberapa penelitian sebelumnya membuktikan bahwa masa krisis yang dialami oleh individu dewasa muda menyebabkan tingkat well-being yang rendah pada diri individu. Di satu sisi, well-being merupakan determinan dari produktivitas individu sehingga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quarter-life crisis dan subjective well-being pada individu dewasa muda. Subjective well-being terdiri atas tiga komponen, yaitu kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan studi korelasi dan melibatkan 126 responden mahasiswa dengan rentang usia 20-23 tahun yang terpilih menggunakan teknik sampel acak klaster. Pengambilan data dilakukan secara daring dengan menggunakan google form. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur Quarter-Life Crisis, Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson. Hasil analisa data menunjukkan bahwa quarter-life crisis berkorelasi negatif terhadap komponen subjective well-being berupa kepuasan hidup dan afek positif serta berkorelasi positif terhadap afek negatif. Berdasarkan data, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara quarter-life crisis dengan subjective well-being.
Kata Kunci: quarter-life crisis; kesejahteraan subjektif; kepuasan hidup; afek positif; afek negatif; dewasa muda."
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






