Detail Cantuman

Image of Trust Di Dalam Komunikasi Interpersonal Tukang Kridit Dengan Pelanggannya

 

Trust Di Dalam Komunikasi Interpersonal Tukang Kridit Dengan Pelanggannya


ABSTRAK
Fokus penelitian adalah bagaimana tukang kiridit mengkonstruksi faktor trust (kepercayaan) dalam kaitannya dengan proses komunikasi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100200302 Azi t/R.17.47Perpustakaan Pusat (REF.17.47)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302 Azi t/R.17.47
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;434 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302 Azi t
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Fokus penelitian adalah bagaimana tukang kiridit mengkonstruksi faktor trust (kepercayaan) dalam kaitannya dengan proses komunikasi interpersonal dengan para pelanggannya. Adapun tujuan penelitian untuk memahami dan menganalisis: proses menjadi tukang kiridit, konsep diri tukang kiridita, proses komunikasi interpersonal tukang kiridit, dan konstruksi sosial tentang faktor trust terhadap pelanggan.
    Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dan metode penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dan 13 orang tukang kiridit yang dipilih secara purposif. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah interaksionisme simbolik dan teori konstruksi sosial atas realitas, dan untuk mengumpulkan data digunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi yang relevan dengan topik penelitian.
    Temuan penelitian di antaranya adalah proses menjadi tukang kiridit dikategorikan menjadi tukang kiridit `milu dulur' dengan identitas tukang kiridit primer dan tukang kiridit `milu batur' dengan identitas tukang kiridit sekunder. Pandangan tukang kiridit terhadap dirinya pada umumnya sangat positif, dalam anti mereka merasa enak, bangga, bahkan ada yang mengatakan mulia menjadi tukang kiridit. Proses komunikasi interpersonal antara tukang kiridit dengan pelanggannya diwarnai dengan pengelolaan kesan baik secara verbal dan nonverbal. Komunikasi interpersonal antara tukang kiridit dengan pelanggannya dapat dikategorikan sebagai bentuk komunikasi antarbudaya (anteretnik). Walaupun terdapat stereotip etnik di antara peserta komunikasi ini, tetapi tidak menjadi suatu penghalang bagi tukang kiridit untuk membangun komunikasi dan hubungan personal antara pedagang dan pelanggan. Hubungan interpersonal dimulai ketika tukang kiridit melakukan survei wilayah, mikul,transaksi, `ngutip', sampai selesainya masa kredit pelanggan.
    Di dalam mengkonstruksi trust terhadap pelanggannya, tukang kiridit memperhatikan simbol-simbol verbal dan nonverbal. Memperhatikan simbol nonverbal merupakan cam yang paling banyak dilakukan oleh tukang kiridit, seperti bagairnana cara pelanggan menawar barang, memesan barang, membayar uang muka, dan gerak-gerik serta perilaku komunikasi pelanggan. Di samping itu, tukang kirirdit kadang-kadang juga mempertimbangkan kondisi ekonomi pelanggan berdasarkan pekerjaan ata'u mata pencahariannya, status mukim dan tempat tinggal pelanggan, dan mempertimbangkan informasi dan pihak ketiga tentang sifat dan karakter pelanggan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi