Model Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perkotaan
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang model pemberdayaan masyarakat miskin perkotaan, studi kasus pemberdayaan warga miskin melalui ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140100017 301 Yur m/17.46 Perpustakaan Pusat (REF.17.46) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 301 Yur m/17.46Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xv,;263 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301 Yur mTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Yurli, M. Hatta -
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang model pemberdayaan masyarakat miskin perkotaan, studi kasus pemberdayaan warga miskin melalui KUBE di Kota Pontianak. Rumusan masalah penelitian meliputi, bagaimana karakteristik
kemiskinan perkotaan di Kota Pontianak, bagaimana peran dan fungsi
pendamping KUBE dalam membentuk warga miskin agar dapat melakukan pola pemberdayaan masyarakat, apa penyebab terjadinya kegagalan program KUBE serta model pemberdayaan masyarakat miskin di perkotaan dalam pembentukan dan pembinaan KUBE pada warga miskin di Kota Pontianak.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan kajian studi kasus, dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi non partisipasi dan studi dokumentasi. Pendekatan teori yang digunakan adalah teori pemberdayaan masyarakat.
Dari hasil penelitian, pemberian bantuan KUBE kepada masyarakat miskin di Kota Pontianak tidak menunjukan upaya penanganan kemiskinan, bahkan bantuan tersebut mengarah pada ketidaktepatan sasaran, sehingga terjadi kegagalan pelaksanaan program KUBE. Faktor penyebab utama adalah karena rnereka tidak memiliki akses selain itu peran pendamping yang tidak kompetensi dalam menjalankan tugasnya.
Model pemberdayaan masyarakat miskin di perkotaan ada 4 tahapan pengembangan yaitu : tahap pengembangan potensi (potensial development), tahap menghimpun potensi masyarakat (potensial rekrutmen), tahap partisipasi sosial (social participation) dan tahap kemandirian (independence).
Peran masyarakat sebagai kekuatan lokal dapat membangun pola pemberdayaan masyarakat dengan bersandarkan pada prinsip ekologi dan keadilan sosial, serta menjunjung tinggi nilai-nilai HAM dengan membangun suatu pola partisipasi masyarakat secara alami.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






