Detail Cantuman

Image of Pemberitaan Film A Man Called Ahokdan Film 212thepower of Love di Republika Online dan CNN Indonesia : Analisis framingmodel Robert N. Entman mengenai pemberitaan film A Man Called Ahokdan film 212 The Power of Lovedi Media Online Republika dan CNN Indonesia

Disertasi/Tesis/Skripsi  

Pemberitaan Film A Man Called Ahokdan Film 212thepower of Love di Republika Online dan CNN Indonesia : Analisis framingmodel Robert N. Entman mengenai pemberitaan film A Man Called Ahokdan film 212 The Power of Lovedi Media Online Republika dan CNN Indonesia


ABSTRAK
Safira Pratiwi Maulany, 210410150023,2019,Skripsi ini berjudulPemberitaan Film A Man Called Ahok dan Film 212 ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1F0001070.180 7 SAF pPerpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Layanan Karya Ilmiah)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    070.180 7 SAF p
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 64 hlm. : Ilus. ; 29.5 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    070.180 7 SAF p
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Safira Pratiwi Maulany, 210410150023,2019,Skripsi ini berjudulPemberitaan Film A Man Called Ahok dan Film 212 The Power Of Love di Republika Online dan CNN Indonesia, Pembimbing utama Dr. Aceng Abdullah, M. Sidan Pembimbing Pendamping Jimi Narotama Mahameruaji S.Sos., M.Si, Program StudiMedia Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.Film A Man Called Ahokdan film 212: The Power of Loveterinspirasi dari fenomena besar dimasyarakat dan saling berhubungan dikehidupan nyata serta menarik perhatianmedia massauntuk memuat pemberitaannya. Pemberitaan media dapat mempengaruhi eksistensi sebuah film, tetapi perbedaan perpektif media menyebabkan perbedaan sudut pandang dalam berita yang ditampilkan. Untuk melihat sejauh mana perbedaan media dalam membingkai pemberitaan mengenai film A Man Called Ahokdan film 212: The Power Of Love digunakan metode analisis framingdari Robert N. Entman yang melihat framingdalam dua dimensi yakni seleksi isu dan penonjolan aspek tertentu.Hasil penelitian Republikamendefinisikan film 212: The Power of Lovesebagai film Islam yang sangat bagus dan patut ditonton karena mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai Islam yang sesungguhnya yang cinta damai, dan dalam memberitakan film 212: The Power of Love Republikacenderung mengarah pada promosi. Sedangkan CNN Indonesiamembingkai kegagalan film 212: The Power of Loveuntuk mencapai 1 juta penonton dan mendefinisikan film A Man Called Ahoksebagai film biografi yang apik baik dari segi cerita maupun teknis film, mengaitkan film dengan isu politik juga dibingkai oleh CNN Indonesiasebagai cerminan polarisasi bangsa.Kata kunci:Film, Pemberitaan, Aksi 212, Ahok, Analisis framing..
    vABSTRACTSafira Pratiwi Maulany, 210410150023, 2019, Title of thisthesis is The Framing Of A Man Called Ahok And 212 The Power Of Love Films In Republika Online And CNN Indonesia, Advisor is Dr. Aceng Abdullah, M. Siand Jimi Narotama Mahameruaji S.Sos., M.Si, Media Television andFilmstudies program, Faculty Of Communication, PadjadjaranUniversity. The film A Man Called Ahok and the film 212: The Power of Love were inspired by a large phenomenon in public and interconnected with real life and attracted the attention of the mass media to publish the news. Media coverage can influence the existence of a film, but differences in the perspective of the media lead to differences in viewpoints in the news displayed. To see the extent to which media differences in framing the news about thefilm A Man Called Ahok and the film 212: The Power Of Love used a framing analysis method from Robert N. Entman who looked at framing in two dimensions, namely selection of issues and the prominence of certain aspects. Republika's research defines the film 212: The Power of Love as an Islamic film that is very good and worth watching because it reflects the true human values and values of Islam that love peace, and in proclaiming the film 212: The Power of Love Republika tends to lead to promotion . While CNN Indonesia framed the failure of the film 212: The Power of Love to reach 1 million viewers and defined the film A Man Called Ahok as a slick biography film both in story and film technicality, linking film to political issues was also framed by CNNIndonesia as a reflection of polarization nation.Keywords: Film, News, 212 Action, Ahok, Framing Analysis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi