Rasionalitas Warga di Daerah Rawan Bencana Gunung Merapi Yogyakarta
Penanganan kebeneanaan, khususnya dalam hal pemukiman kembali, seringkali
tidak mendapat respons olehsekelompok warga. Hal ini disebabkan ada ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001150100111 301 Nap p/R.17.28 Perpustakaan Pusat (REF.17.28) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 301 Nap p/R.17.28Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik ix,;302 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301 Nap pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Napsiah -
Penanganan kebeneanaan, khususnya dalam hal pemukiman kembali, seringkali
tidak mendapat respons olehsekelompok warga. Hal ini disebabkan ada
perbedaan rasionalitas antara pemerintah dan warga dalam memaknai beneana.
Rasionalitas pemerintah dengan menggunakan perspektif sains melihat beneana
adalah suatu hal yang berbahaya sehingga seluruh warga yang berada di sekitar
daerah rawan beneana hams direlokasi. Sementara rasionalitas warga dengan
menggunakan perspektif subjektif melihat bene ana adalah suatu hal yang hams
dihindari, tetapi upaya untuk menginggalkan tempat tinggal paseabeneana bukan
tindakan utama yang hams dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
rasionalitas warga yang bermukim kembali di perkampungannya yang terkategori
dalam Daerah Rawan Beneana Merapi. Penelitian ini menggunakan kombinasi
metode kualitatif dan kuantitatif untuk memahami rasionalitas tersebut. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa warga memiliki keterikatan dengan Daerah Rawan
Beneana Merapi yang sangat kuat, karena seeara ekonomi Daerah Rawan Beneana
Merapi telah menjadi sumber penghidupan yang sangat berarti bagi warga. Selain
itu, warga memiliki sistem nilai yang mengikat mereka seeara kuat agar tidak
meninggalkan daerah tersebut. Rasionalitas ekonomi dan rasionalitas nilai
tersebutyang memotivasi mereka bermukim kembali di perkampungan
pascaerupsi Merapi yang besar.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






