Sosialisasi dan enkulturasi tradisi penganut madraisme dalam keluarga di kampung cireundeu, kota cimahi
Masalah dalam penelitian im yaitu mengapa saat ini di lingkungan
masyarakat "modern" (urban dan industri) dan religius (Islami), aliran ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100140 301 Ach s/R.17.8 Perpustakaan Pusat (REF.17.8) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 301 Ach s/R.17.8Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiv,;334 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301 Ach sTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Achdiani, Yani -
Masalah dalam penelitian im yaitu mengapa saat ini di lingkungan
masyarakat "modern" (urban dan industri) dan religius (Islami), aliran madraisme
atau kepercayaan Sunda Wiwitan masih tetap eksis dan memiliki penganut setia di
Kampung Cireundeu, Kota Cimahi. Sementara itu, aliran kepercayaan sejenis
seperti; Ahmadiyah telah dilarang (melebur).
Penelitian ini merupakan studi kasus, dengan menggunakan metode
deskriptif analitik, untuk kepentingan mendeskripsikan data lapangan secara utuh
digunakan pendekatan kualitatif (paradigm a fenomenologi). Tehnik pengumpulan
data melalui observasi, dan wawancara mendalam. Keabsahan data dilakukan
dengan tehnik triangulasi serta melalui cek and ricek dan konfirmasi antara hasil
observasi dan wawancara mendalam.Tujuan penelitian untuk menganalisis proses
sosialisasi dan enkulturasi tradisi penganut Madraisme dalam keluarga di
Kampung Cireundeu, dengan menggunakan teori sistem, struktural-functional
Talcot Parsons untuk menganalisis proses sosialisasi tradisi di kampung tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses sosialisasi dan
enkulturasi tradisi leluhur telah ditanamankan sejak anak-anak sampai dewasa,
dengan tujuan agar anak memiliki kemampuan hidup dalam tataran era lebih luas
atau global tanpa harus meninggalkan jati dirinya, (2) Proses sosialisasi dalam
keluarga berlangsung dari mulai anak-anak sampai dewasa, dalam suasana
kehidupan .yang harmonis, kharismatik dan terhormat, dengan isi pembelajaran
mengenai etika pergaulan, norma, adat istiadat ka-Sundaan, dan ajaran
kepercayaan; (3) Peran institusi keluarga, merupakan faktor yang sangat
menentukan dalam membina personalisasi nilai; (4) Po la sosialisasi dan
enkulturasi tradisi dalam keluarga berlangsung sejalan dengan pola pergaulan
antara orang tua dengan anak yang berlandaskan kewibawaan orang tua, melalui
tahap imitasi, sugesti, indentifikasi, dan Simpati.
Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, maka konsep barn yang diajukan
adalah proses sosialisasi dan enkulturasi yang dilakukan secara komprehensif
dengan melibatkan semua unsur akan mempertkuat tradisi lokal.
Kata Kunci : Sosialisasi, Enkulturasi , Tradisi, Aliran Madraisme, Keluarga
ii
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






