Detail Cantuman

Image of Pemahaman dan penerapan kode etik dan jurnalistik dan kode etik penyiaran dalam program berita di Metro TV dan TV One

 

Pemahaman dan penerapan kode etik dan jurnalistik dan kode etik penyiaran dalam program berita di Metro TV dan TV One


ABSTRAK

Tayangan kekerasan di'media televisi, akhir-akhir ini tidak hanya dijumpai
dalam tayangan sinetron atau film-film ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100134070.4 Mul P/R.17.2Perpustakaan Pusat (REF.17.2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    070.4 Mul P/R.17.2
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii.;339 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    070.4 Mul P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Tayangan kekerasan di'media televisi, akhir-akhir ini tidak hanya dijumpai
    dalam tayangan sinetron atau film-film cerita lepas yang diangkat atas dasar
    sebuah sekenario. Kini tayangan kekerasan itu sudah merambah ke programĀ­
    program berita, sebagai tayangan yang hanya didasarkan atas laporan sebuah fakta
    dan data, tanpa opini maupun improvisasi.

    Berita televisi sebagai program yang hanya didasarkan atas temuan fakta
    dan data yang benar-benar terjadi, merupakan program yang harus dijaga tingkat
    kepercayaannya di mata publik. Sebab tayangan ini akan memiliki pengaruh yang
    besar bagi mereka. Adegan kekerasan yang selama ini ditayangkan dalam
    program berita temyata lebih "berbahaya" dari pada program lain sepertifilm atau
    sinetron. Jika dalam tayangan film atau sinetron kekerasan itu bisa dijelaskan,
    sebagai sebuah adegan atas tuntutan sebuah skenario, sementara pada program
    berita, adegan kekerasan itu betul-betul nyata dan terjadi di suatu tempat.

    Tayangan kekerasan dalam berita televisi telah melanggar batas-batas
    ketentuan dalam undang-undang, aturan kode etik jumalistik dan kode etik
    penyiaran, bahkan menyimpang dari Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar
    Program Siaran (P3SPS) yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

    Penelitian ini mencobairnenjawab pertanyaan; "Bagaimana pengelola
    program berita di Metro TV dan TV One memahami dan menerapkan Kode Etik
    Jurnalistik dan Kode Etik Penyiaran dalam program Berita di Televisi?"

    Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana para pengelola program berita,
    yang terdiri dari Produser, Reporter, Juru kamera dan Editor di Stasiun Metro TV
    dan TV One Jakarta memaharni dan menerapkan Kode Etik Jurnalistik dan Kode
    Etik Penyiaran dalam tayangan berita-berita kriminal pada program berita Metro
    Siang di Metro TV dan program berita Kabar Siang di TV One Jakarta. Lalu
    kebijakan seperti apayang dimiliki oleh seorang Produser dalam menayangkan
    berita-berita di kedua program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
    kualitatif dengan pendekatan studi kasus,

    Hasil temuan lapangan menunjukkan.. para pekerja bidang pemberitaan
    televisi (Prod user, Reporter, Juru kamera dan Editor), telah memahami kedua
    kode etik tersebut, khususnya untuk pasal-pasal yang sering dijumpai di lapangan.
    Mereka berusaha menerapkan kedua kode etik tersebut dalam tayangan berita
    televisi yang dibuatnya. Namun ketika kode etik tersebut akan diterapkan,
    temyata ada hal lain yang lebih berpengaruh dari sekedar kode etik, yakni adanya
    garis kebijakan perusahaan, yang selalu berpatokan kepada dua misi yang
    diembannya, bisnis dan idealis, Namun si si bisnis temyata jauh lebih menonjol
    dari pada sisi ideal, akibatnya walaupun sebuah berita dianggap akan "melanggar"
    kode etik, namun jika dilihat dari sisi bisnis menguntungkan, maka berita tersebut
    akan tetap ditayangkan.

    v

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi