<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14490">
 <titleInfo>
  <title>Pemahaman dan penerapan kode etik dan jurnalistik dan kode etik penyiaran dalam program berita di Metro TV dan TV One</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mulkan, Dede</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii.;339 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Tayangan kekerasan di'media televisi, akhir-akhir ini tidak hanya dijumpai &#13;
dalam tayangan sinetron atau film-film cerita lepas yang diangkat atas dasar &#13;
sebuah sekenario. Kini tayangan kekerasan itu sudah merambah ke program­ &#13;
program berita, sebagai tayangan yang hanya didasarkan atas laporan sebuah fakta &#13;
dan data, tanpa opini maupun improvisasi. &#13;
&#13;
Berita televisi sebagai program yang hanya didasarkan atas temuan fakta &#13;
dan data yang benar-benar terjadi, merupakan program yang harus dijaga tingkat &#13;
kepercayaannya di mata publik. Sebab tayangan ini akan memiliki pengaruh yang &#13;
besar bagi mereka. Adegan kekerasan yang selama ini ditayangkan dalam &#13;
program berita temyata lebih &quot;berbahaya&quot; dari pada program lain sepertifilm atau &#13;
sinetron. Jika dalam tayangan film atau sinetron kekerasan itu bisa dijelaskan, &#13;
sebagai sebuah adegan atas tuntutan sebuah skenario, sementara pada program &#13;
berita, adegan kekerasan itu betul-betul nyata dan terjadi di suatu tempat. &#13;
&#13;
Tayangan kekerasan dalam berita televisi telah melanggar batas-batas &#13;
ketentuan dalam undang-undang, aturan kode etik jumalistik dan kode etik &#13;
penyiaran, bahkan menyimpang dari Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar &#13;
Program Siaran (P3SPS) yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). &#13;
&#13;
Penelitian ini mencobairnenjawab pertanyaan; &quot;Bagaimana pengelola &#13;
program berita di Metro TV dan TV One memahami dan menerapkan Kode Etik &#13;
Jurnalistik dan Kode Etik Penyiaran dalam program Berita di Televisi?&quot; &#13;
&#13;
Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana para pengelola program berita, &#13;
yang terdiri dari Produser, Reporter, Juru kamera dan Editor di Stasiun Metro TV &#13;
dan TV One Jakarta memaharni dan menerapkan Kode Etik Jurnalistik dan Kode &#13;
Etik Penyiaran dalam tayangan berita-berita kriminal pada program berita Metro &#13;
Siang di Metro TV dan program berita Kabar Siang di TV One Jakarta. Lalu &#13;
kebijakan seperti apayang dimiliki oleh seorang Produser dalam menayangkan &#13;
berita-berita di kedua program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode &#13;
kualitatif dengan pendekatan studi kasus, &#13;
&#13;
Hasil temuan lapangan menunjukkan.. para pekerja bidang pemberitaan &#13;
televisi (Prod user, Reporter, Juru kamera dan Editor), telah memahami kedua &#13;
kode etik tersebut, khususnya untuk pasal-pasal yang sering dijumpai di lapangan. &#13;
Mereka berusaha menerapkan kedua kode etik tersebut dalam tayangan berita &#13;
televisi yang dibuatnya. Namun ketika kode etik tersebut akan diterapkan, &#13;
temyata ada hal lain yang lebih berpengaruh dari sekedar kode etik, yakni adanya &#13;
garis kebijakan perusahaan, yang selalu berpatokan kepada dua misi yang &#13;
diembannya, bisnis dan idealis, Namun si si bisnis temyata jauh lebih menonjol &#13;
dari pada sisi ideal, akibatnya walaupun sebuah berita dianggap akan &quot;melanggar&quot; &#13;
kode etik, namun jika dilihat dari sisi bisnis menguntungkan, maka berita tersebut &#13;
akan tetap ditayangkan. &#13;
&#13;
v &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Mulkan, Dede</note>
 <subject authority="">
  <topic>Tayangan kekerasan di'media televisi,</topic>
 </subject>
 <classification>070.4 Mul P</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>070.4 Mul P/R.17.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100134</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.2)</sublocation>
    <shelfLocator>070.4 Mul P/R.17.2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14490</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-21 09:35:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>