<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14489">
 <titleInfo>
  <title>Budaya jurnalistik televisi di metro tv:</title>
  <subTitle>pendekatan culture studies tentang budaya jurnalistik televisi di metro tv</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kurniadi, Oji</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;249hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Hadirnya televisi swasta membuat masyarakat Indonesia memiliki banyak &#13;
pilihan alternatifdalam suguhan acara televisi, setelah bertahun-tahun hanya &#13;
disuguhi program-program acara yang didominasi oleh televisi pemerintah, yaitu &#13;
TVR!. Melalui SK Menpen No. 190AlKepl1987 Oktober 1987, pemerintah secara &#13;
resmi mengijinkan beroperasinyasaluran stasiun televisi swasta di Indonesia. &#13;
&#13;
Berkembangnya televisi komersil ini mengikuti tuntutan pasar dan &#13;
dibangun sebagai industri yang memiliki sifat ekonomi dan bagian penting dalam &#13;
mendukung mekanisme ekonomi pasar.Menjalankan fungsi hiburan dan &#13;
jurnalistik berbeda dengan fungsi yang dijalankan TVRI yang merupakan &#13;
pendukung langsung proses pendidikan. &#13;
&#13;
Salah satu dampak dari kemunculan televisi komersil ini adalah maraknya &#13;
berbagai program berita. Dua dari sebelas stasiun ini mengklaim dirinya sebagai &#13;
televisi berita, yaitu Metro TV dan TVOne. Banyaknya program berita ini &#13;
menimbulkan berrbagai fenomena, antara lain: (1) terjadinya pengulangan berita &#13;
di berbagai stasiun televisi, (2) pembahasan topik yang sama berhari-hari, (3) &#13;
dominasi berita oleh kota-kota besar, dan sebagainya. &#13;
&#13;
Penelitian ini mengangkat tentang budaya jurnalistik televisi yang terjadi &#13;
di televisi berita Metro TV. Budayajumalistik yang dimaksud adalah suatu proses &#13;
yang memusatkan perhatian pada masa lalu dan representasi kesinambungan &#13;
sejarah maupun inovasi dalam nilai, praktek dan kebijakan jurnalistik yang &#13;
dimunculkan melalui sisi ideologis dan pola pemberitaan sejak proses pencarian, &#13;
pengumpulan, pengolahan sampai penyajian berita. &#13;
&#13;
Beberapa temuan penting dari penelitian ini adalah (l)Metro TV telah &#13;
menjadi Top of Mind sebagai sumber informasi utama bagi pencari berita, (2) &#13;
Kepentingan pemilik masih sangat kuat dalam mewarnai isi berita berkaitan &#13;
dengan suksesi menuju RI-l tahun 2014, (3) Berita kekerasan masih mendominasi &#13;
pemberitaan dalam televise karena merupakan kondisi nyata yang ada dalam &#13;
masyarakat Indonesia saat ini dan Metro TV berkomitmen untuk mengurangi &#13;
tayangan-tayangan tersebut dan akan lebih memberikan solusi dan penjelasan &#13;
duduk perkara suatu peristiwa, (4) Metro TV secara khusus membuat program­ &#13;
program acara yang secara khusus mengangkat nilai-nilai budaya ke Indonesiaan &#13;
sebagai bagian dari misi Metro TV untuk membangkitkan dan mempromosikan &#13;
kemajuan Bangsa dan Negara, (5) Tayangan pomografi, kesadisan, identitas anak &#13;
pelaku kejahatan, pemberitaan tidak berimbang dan pencampuradukan fakta dan &#13;
opini, serta masalah suap yang terjadi di Metro TV menunjukkan lemahnya &#13;
pengawasan internal yang dilakukan , (6) Berita yang layak tayang di seleksi dan &#13;
dievaluasi melalui rapat redaksi yang dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali, yakni jam &#13;
06.00, 13.00 dan 19.00.</note>
 <note type="statement of responsibility">Kurniadi, Oji</note>
 <subject authority="">
  <topic>Budaya Jurnalistik, Televisi Berita, Program Berit</topic>
 </subject>
 <classification>070.4 Kur B</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>070.4 Kur B/17.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100070</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.1)</sublocation>
    <shelfLocator>070.4 Kur B/17.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14489</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-21 08:52:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>