Detail Cantuman

Image of Kontruksi Makna Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Bagi Santri

 

Kontruksi Makna Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Bagi Santri


ABS I ItAK
KONSTRUKSI MAKNA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN
SEHAT BAGI SANTRI
Studi Fenomenologi tentang Konstruksi Makna Perilaku ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140100075302.2 Wah k/R.21.22Perpustakaan Pusat (REF.21.22)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Wah k/R.21.22
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;394 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABS I ItAK
    KONSTRUKSI MAKNA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN
    SEHAT BAGI SANTRI
    Studi Fenomenologi tentang Konstruksi Makna Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
    Bagi Santri Pada Pondok Pesantren Salafi Darun Nadwa
    di Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi
    Disertasi ini dengan judul Konstruksi Makna Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Bagi Santri bertujuan untuk memahami makna yang dikonstruksi oleh santri tentang motif menjaga kebersihan dan kesehatan, kesadaran dan sikap menghadapi penyakit, informasi kesehatan, konteks komunikasi kesehatan, dan makna perilaku hidup bersih dan sehat.
    Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan paradigma konstruktivisme, serta jenis studinya fenomenologi. Studi fenomenologi digunakan untuk mengkonstruksi realitas santri dengan permasalahan yang diataminya. Subyek penelitiannya adalah santri mukim di pondok pesantren salafi Darun Nadwa yang ditentukan secara purposif berdasarkan jenis kelamin, dan lamanya santri belajar di pondok pesantren.
    Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta. Data penunjang penelitian diperoleh melalui studi iiteratur penelitian-penelitian sebelumnya dan wawancara dengan pihak-pihak yang relevan dengan masalah yang dihadapi santri.
    . Hasil penelitian mengungkapkan, bahwa: pemaknaan yang dimiliki santri mengenai makna perilaku hidup bersih dan sehat dikembangkan melalui kesadaran, motif dan perlakuan yang diterima yang kemudian menjadi sekumpulan pengetahuan, sehingga mendorong santri untuk memiliki makna yang menjadi preferensi tersendiri. Makna perilaku hidup bersih dan sehat dikembangkan melalui munculnya kesadaran, motif, sikap, dan interaksi santri dalam mengikuti pengajian di pondok pesantren. Sedangkan pengalaman komunikasi santri dengan lingkungan meliputi pengalaman komunikasi dalam mendapatkan informasi kesehatan yang dapat dipercaya serta dihasilkan dari interaksi dengan kyai/ ustadz, kitab kuning, tenaga kesehatan, dan guru!
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi