<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14480">
 <titleInfo>
  <title>Komunikasi Pemerintah Dalam Mengonstruksi Citra Kota Solo SEbagai Budaya Dan Pariwisata (Studi Kasus Branding Solo The Spirit Of Java)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andre, Noevi Rahmanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;373 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>u &#13;
&#13;
•• &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Permasalahan utama yang dihadapi banyak kabupaten/kota dalam otonomi &#13;
daerah saat ini adalah bagaimana meningkatkan daya saing daerah sehingga potensi &#13;
yang dimilikinya dapat tergarap dengan maksimal. Daya saing yang rendah antara &#13;
lain disebabkan kurangnya pengetahuan (awarenes) investor maupun wisatawan &#13;
terhadap potensi daerah tersebut. Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan daya &#13;
saing dan nilai jual potensi daerah adalah dengan melakukan upaya pencitraan &#13;
melalui branding. Sejak tahun 2008, Kota Solo telah meluncurkan brand Solo The &#13;
Spirit of Java dan juga diikuti dengan berbagai perubahan dan serangkaian aktivitas &#13;
di kota Solo. Aktivitas branding kota ini memiliki kompleksitas karena memunculkan &#13;
pro dan kontra serta tanggapan yang berbeda dari publik Kota Solo sendiri. &#13;
&#13;
Oleh karena kompleksitas dan kebaruan fenomena branding kota di &#13;
Indonesia, peneliti tertarik untuk meneliti Kota Solo sebagai salah satu diantara &#13;
sedikit kota yang melakukan branding di Indonesia. Penelitian ini mengkaji dinamika &#13;
dalam proses branding di Kota Solo tersebut, khususnya melihat bagaimana &#13;
pemerintah daerah sebagai pelaku utama branding dalam mengkonstruksi citra kota &#13;
budaya dan pariwisata, bagaimana mereka melibatkan dukungan pemangku &#13;
kepentingan dalam membentuk citra kota budaya dan pariwisata, serta bagaimana &#13;
warga dan wisatawan merespon upaya branding tersebut. &#13;
&#13;
Untuk mengungkap pertanyaan tersebut penelitian ini menggunakan &#13;
paradigma konstruktivis dengan metode kualitatif sehingga dapat menghasilkan &#13;
pemahaman dari perspektif para pelaku. Desain studi kasus multi kasus digunakan &#13;
untuk mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai sebuah kasus yaitu proses &#13;
branding Kota Solo. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa branding Kota Solo merupakan &#13;
sebuah konstruksi sosial yang diciptakan oleh pemerintah sebagai upaya untuk &#13;
meneguhkan identitas budaya sebagai citra yang dipersepsi oleh publik. Aktivitas &#13;
branding. secara simultan dapat dipahami sebagai bentuk ekstemalisasi, obyektivasi &#13;
serta intemalisasi. Belum adanya perencanaan yang baku serta masih lemahnya &#13;
koordinasi antara pemerintah dengan pelaku lainnya membuat brand kota budaya &#13;
mengalami inkonsistensi. Pemerintah juga cenderung memutuskan sendiri dalam &#13;
event yang dilakukan. Meskipun mengundang pemangku kepentingan untuk &#13;
memberikan masukan, namun keputusan akhir tetap di tangan pemerintah, sehingga &#13;
belum mencapai involvement maupun commitment. Sebagian besar wisatawan &#13;
mengatakan kurang mendapatkan informasi terkait Kota Solo, sehingga citra yang &#13;
terbentuk lebih merupakan citra organik dibandingkan citra ciptaan. Namun dalam &#13;
hal ini tidak dapat perbedaan karena citra ciptaan memiliki kesamaan dengan citra &#13;
organiknya. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Komunikasi Pemerintah, City Branding, Pemangku Kepentingan &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Andre, Noevi Rahmanto</note>
 <subject authority="">
  <topic>kumunikasi pemerintah</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Rah K/R.21.16</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140100003</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.21.16)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Rah K/R.21.16</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14480</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:15:55</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-06-16 13:17:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>