Detail Cantuman

Image of Perbandingan Regulasi Diri Dalam Kecenderungan Game Addiction Antara Pelajar Laki-Laki dan Perempuan : Studi Komparatif mengenai Regulasi Diri dalam Kecenderungan Game Addiction antara Pelajar Laki-laki dan Perempuan Tingkat SMP di Kota Bandung

Skripsi  

Perbandingan Regulasi Diri Dalam Kecenderungan Game Addiction Antara Pelajar Laki-Laki dan Perempuan : Studi Komparatif mengenai Regulasi Diri dalam Kecenderungan Game Addiction antara Pelajar Laki-laki dan Perempuan Tingkat SMP di Kota Bandung


ABSTRAK


Mutiara Tresna Asih, 210110140046, 2019. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1E0085794.820 7 MUT pPerpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1E)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    794.820 7 MUT p
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 92 hlm. : Ilus. ; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    794.820 7 MUT p
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK


    Mutiara Tresna Asih, 210110140046, 2019. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran tahun 2014. Judul penelitian, “Perbandingan Regulasi Diri dalam Kecenderungan Game Addiction antara Pelajar Laki-laki dan Perempuan Tingkat SMP di Kota Bandung”. Nindi Aristi, S.Sos., M.Comn., sebagai pembimbing utama dan Dr. Hj. Purwanti Hadisiwi, Dra., M.Ext.Ed., sebagai pembimbing pendamping.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara regulasi diri dalam kecenderungan game addiction antara pelajar laki-laki dan perempuan tingkat SMP di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan konsep regulasi diri yang berdasarkan teori kognitif sosial yang dikemukakan oleh Albert bandura. Teori kognitif sosial Bandura menggambarkan individu manusia sebagai agen proaktif, mengatur diri sendiri, dan mencerminkan diri sendiri daripada organisme reaktif yang dibentuk semata-mata oleh peristiwa dan keadaan eksternal (Bandura dalam Seay & Kraut 2007, h. 831). Inti dari perspektif agenik, sosiokognitif ini adalah konsep regulasi diri, kemampuan individu untuk mengelola perilakunya sendiri melalui pengamatan, evaluasi, dan konsekuensi (Seay & Kraut
    2007, h. 831).
    Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Alat ukur regulasi diri menggunakan Short Self-Regulation Questionnaire (SSRQ) dari Neal dan Carey (2005), sedangkan alat ukur kecenderungan game addiction menggunakan Internet Gaming Disorder Scale (IGD Scale) dari Lemmens, Valkenburg, dan Gentile (2015). Kedua alat ukur tersebut dimodifikasi oleh peneliti sebelum digunakan. Populasi penelitian ini adalah pelajar SMP di Kota Bandung. Jumlah sampel sebanyak 126 responden (63 laki-laki, 63 perempuan) diperoleh berdasarkan teknik penarikan sampel multi-stage cluster random sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode komparasi 2 kelompok sampel independen dengan skala data ordinal, yaitu uji Mann- Whitney.
    Kedua sub-variabel regulasi diri, yaitu impulse coltrol dan goal setting, terhadap kecenderungan game addiction menunjukan angka signifikansi hitung masing-masing sebesar
    = 0.00, lebih kecil dari angka signifikansi penelitian 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara regulasi diri terhadap kecenderungan game addiction pada pelajar laki-laki dan perempuan tingkat SMP di Kota Bandung.

    Kata kunci: regulasi diri, game addiction, online game, pelajar SMP.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi