Skripsi
Analisisisi Fungsional Debat Calon Presiden Indonesia Tahun 2019 : Analisis Isi Kuantitatif Fungsional Dua Calon Presiden dalam Debat ke II Calon Presiden Indonesia pada 17 Februari 2019
ABSTRAK
Naura Nada Salsabella. 210110150050. 2019. Penelitian berjudul “Analisis isi fungsional debat calon presiden Indonesia ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan K1E0082 324.959 8 NAU a Perpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1E) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu KomunikasiJudul Seri -No. Panggil 324.959 8 NAU aPenerbit Fikom Unpad : Bandung., 2019 Deskripsi Fisik x, 154 hlm. : Ilus. ; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 324.959 8 NAU aTipe Isi textTipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
ABSTRAK
Naura Nada Salsabella. 210110150050. 2019. Penelitian berjudul “Analisis isi fungsional debat calon presiden Indonesia tahun 2019”. Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, 2015. Penelitian ini dibimbing oleh S. Kunto Adi Wibowo, M.Comn., Ph. D. sebagai pembimbing utama dan Achmad Abdul Basith, S.I.Kom, M.I.Kom sebagai pembimbing pendamping.
Tujuan penelitian ini untuk membandingkan fungsi dan topik yang dibawakan oleh Joko Widodo sebagai calon presiden petahana dan Prabowo Subianto sebagai calon presiden oposisi selama debat ke dua calon presiden tahun 2019 yang diselenggarakan pada 17 Februari 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Teori fungsional wacana kampanye politik menjadi panduan dalam mengkategorisasikan fungsi dan topik di dalam debat.
Data dalam penelitian ini adalah seluruh ujaran kalimat yang dilakukan oleh kedua kandidat, Joko Widodo 199 kalimat dan Prabowo Subianto 166 kalimat, dengan total 365 kalimat. Coder dalam penelitian ini adalah peneliti dan seorang mahasiswa ilmu komunikasi. Membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk mencapai reliabilitas intercoder dengan menggunakan uji Cohen’s Kappa.
Hasil dari analisis ini adalah, calon presiden petahana Joko Widodo lebih banyak melakukan fungsi pujian dan fungsi pertahanan dibandingkan dengan calon presiden oposisi Prabowo Subianto. Namun, calon presiden oposisi lebih banyak melakukan fungsi serangan dibandingkan dengan calon presiden petahana Joko Widodo. Keduanya lebih banyak membahas topik kebijakan dibandingkan dengan karakter. Topik kebijakan di masa lampau menjadi sumber bagi fungsi pengakuan calon presiden petahana Joko Widodo, dan menjadi sumber bagi fungsi serangan calon presiden oposisi Prabowo Subianto.
Kata kunci: Fungsional, Debat, Calon Presiden, Petahana dan Oposisi
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






