Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] Gambaran Psychological-Well Being Pada Remaja Yang Memiliki Saudara Kandung Dengan Autism Spectrum Disorder (ASD)


ABSTRAK
Psychological well-being menjadi isu penting yang perlu dikaji pada remaja, terutama remaja yang memiliki saudara kandung dengan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19011020S3358S3358 Cha gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPADTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3358 Cha g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvi., 220 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110160062
    Klasifikasi
    S3358 Cha g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Psychological well-being menjadi isu penting yang perlu dikaji pada remaja, terutama remaja yang memiliki saudara kandung dengan kebutuhan khusus autis. Remaja yang memiliki saudara autis perlu menghadapi berbagai macam tantangan. Sebagai seorang saudara dari anak dengan kebutuhan khusus autis, remaja perlu menghadapi perilaku anak dengan kebutuhan khusus autis yang beragam seperti mengamuk, menangis, maupun marah tanpa sebab, sulit diatur, dan perilaku yang berulang, juga reaksi negatif dari lingkungan, dan tuntutan kondisi. Sedangkan sebagai seorang remaja, mereka perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi masa dewasa nanti, serta mengalami perubahan-perubahan diri mulai dari perubahan fisik, sosioemosional, kognitif, dan sebagainya.
    Penelitian ini bermaksud mengetahui gambaran psychological well-being pada remaja yang memiliki saudara dengan autism spectrum disorder melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Dua orang subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria berusia 12-18 tahun, memiliki saudara kandung ASD, dan tinggal bersama saudaranya tersebut. Penjaringan subjek dilakukan di klinik terapi dan komunitas ibu dari anak berkebutuhan khusus. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik semi-structured interview. Proses koding menggunakan program Nvivo 11 Pro for Windows. Kemudian data yang telah dikoding dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Penelitian ini sudah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Universitas Padjadjaran dengan nomor 214/UN6.KEP/EC/2020
    Psychological well-being remaja yang memiliki saudara kandung dengan kebutuhan khusus autis digambarkan melalui enam dimensi yaitu self-acceptance, personal growth, purpose in life, environmental mastery, autonomy, dan positive relation with others. Pada dimensi self-acceptance, remaja yang memiliki saudara kandung autis mampu menerima kondisi dirinya yang memiliki saudara autis. Pada dimensi personal growth, remaja yang memiliki saudara kandung autis merasakan adanya perkembangan dalam diri. Kemudian pada dimensi purpose in life, remaja yang memiliki saudara autis memiliki dan mampu menentukan tujuan hidup yang berorientasi pada pendidikan dan karir di masa depan. Pada dimensi environmental mastery, remaja yang memiliki saudara kandung autis mampu mengatur kegiatan sehari-hari dan menggunakan kesempatan yang ada. Pada dimensi autonomy, remaja yang memiliki saudara kandung autis mampu memutuskan sendiri cara yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan sebagai kakak. Pada dimensi positive relation with others, remaja yang memiliki saudara kandung autis mampu membangun dan memiliki hubungan yang hangat dengan orang lain. Penelitian ini juga menemukan faktor-faktor lain yang berkaitan dengan psychological well-being yaitu jenis kelamin, social support, serta spiritualitas dan religiusitas.
    Kata kunci: psychological well-being, remaja, autism spectrum disorder.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi