Detail Cantuman

Image of Naskah QISSATU SYAM'UN UBN KHALID BIN WALID Analisis Struktur dan Fungsi

 

Naskah QISSATU SYAM'UN UBN KHALID BIN WALID Analisis Struktur dan Fungsi


ABSTRAK

Disertasi berjudul Qissatu Syam 'un ibn Khalid ibn Walid: Analisis
Struktur dan Fungsi. Objek penelitian berupa 5 ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140100098810 Sup N/R.18.43Perpustakaan Pusat (REF.18.43)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    810 Sup N/R.18.43
    Penerbit Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x,;357 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    810
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Disertasi berjudul Qissatu Syam 'un ibn Khalid ibn Walid: Analisis
    Struktur dan Fungsi. Objek penelitian berupa 5 buah naskah berbahasa dan aksara
    Arab yang berjudul Qissatu Syam 'iin ibn Khalid ibn Walid. Naskah tersebut diberi
    kode dengan A,B,C,D, dan E agar mudah dibedakan antara satu dengan yang
    lainnya. Kelima naskah tersebut dideskripsikan, dianalisis dengan metode
    landasan. Hasilnya diketahui bahwa naskah A memiliki kelebihan dalam bacaan
    dan paling sedikit kesalahan tuIis. Naskah tersebut merupakan naskah kisah yang
    menceritakan perjuangan seorang tokoh utama bemama Syam'un dalam syiar
    agama Islam di Makkah dan Madinah.

    Hasil peneIitian mengungkapkan tiga hal penting, yaitu dari aspek filologi,
    struktur sastra, dan fungsi naskah di pesantren. Aspek filologi menunjukkan
    bahwa naskah A disalin oleh orang yang paham akan bahasa dan aksara naskah.
    Hal itu dapat dibuktikan dari jurnlah kesalahan yang sangat sedikit sekali.

    Aspek sastra, perbedaan utama struktur naskah Syam 'un ibn Khalid ibn
    Walid dengan teori Greimas terletak pada gagasannya tentang three spheres of
    opposed bahwa di dalam cerita tradisional (naratif) hanya terdapat enam aktan
    dengan tiga hubungan oposisional: (1) subjek-objek, (2) pengirim-penerima, dan
    (3) penolong-penentang. Di dalam naskah Syam 'un ibn Khalid ibn Walid, sebagai
    konsekuensi dari adanya motif risalah Islam, terdapat "tokoh" penentu cerita yaitu
    Allah dengan fungsi takdir-Nya. Dalam keyakinan umat Islam, Allah adaIah al­
    ahad (Yang Maha Esa dengan tanpa biIangan): Subjek yang memutuskan objek,
    Pengirim yang memutuskan penerima, dan keputusan-Nya tidak dipengaruhi oIeh
    pendukung ataupun penentang. OIeh sebab itu eksistensi-Nya tidak memiIiki
    oposisi. Di daIam skema aktan Greimas, "tokoh" Allah tidak dapat ditempatkan di
    dalam aktan manapun, kecuali: (1) "Allah swt." dapat menjadi subjek hanya
    daIam kaitannya dengan af'al 'segaIa perbuatan' dan sifat-sifat-Nya atas makhIuk,
    (2) "Allah swt." dapat menjadi sender atau helper jika subjeknya adaIah seorang
    rasuI dan objek, receiver, serta opponent-nya berkaitan dengan risalah iman-IsIam
    atau penolakan terhadap bentuk-bentuk kekufuran (pengingkaran tauhid),
    sedangkan (3) daIam kaitan subjeknya adalah manusia biasa, Allah hanya dapat
    dikarakterisasi dengan akteur "takdir Allah" sebagai helper, dengan
    mengasumsikan Iemahnya seluruh fungsi akteur yang lain, atau Iebih disarankan
    sebagai akteur pada aktan khusus non-oposisional dan bersifat "sangat
    menentukan".

    Keberadaan ayat AIquran dan hadis daIam teks merupakan satu cara
    penuIis teks daIam memberikan keyakinan pada pembaca bahwa bacaan daIam
    teks merupakan hal yang penting. Dengan demikian, pembaca memiIiki motivasi
    untuk seIaIu membaca teks. Fungsi naskah pada zamannya merupakan kitab
    bacaan dan sumber informasi keagamaan karena mengandung nilai-nilai ajaran
    agama yang sangat relevan dengan Islam.

    11

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi