Detail Cantuman

Image of Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Gedung Sate Bandung  : Studi Kasus Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Gedung Sate Bandung sebagai Museum Inklusif  di Indonesia

Skripsi  

Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Gedung Sate Bandung : Studi Kasus Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Gedung Sate Bandung sebagai Museum Inklusif di Indonesia


ABSTRAK

Thalia Desy Ayu Shari, 210110150039, 2019, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1E0072659.107 069 2 THA sPerpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1E)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    659.107 069 2 THA s
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 153 hlm. : Ilus. ; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    659.107 069 2 THA s
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Thalia Desy Ayu Shari, 210110150039, 2019, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Judul penelitian ini adalah Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Gedung Sate sebagai Museum Inklusif di Indonesia. Pembimbing Utama, Meria Octavianti, S.Sos., M.I.Kom., dan Pembimbing Pendamping, Puji Prihandini, S.I.Kom., M.I.Kom. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan Museum Gedung Sate menggunakan konsep museum inklusif, untuk mengetahui analisis lingkungan (analisis SWOT) yang digunakan oleh Museum Gedung Sate, untuk mengetahui analisis STPD yang digunakan oleh Museum Gedung Sate, untuk mengetahui penerapan konsep museum inklusif pada Museum Gedung Sate, dan untuk mengetahui strategi bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Museum Gedung Sate sebagai museum inklusif di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan Museum Gedung Sate menggunakan konsep inklusif adalah mengikuti perkembangan zaman dan usulan dari Gubernur Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Analisis SWOT dari Museum Gedung Sate adalah strength (kekuatan); museum dengan konsep inklusif, memiliki SDM handal, koleksi berbasis teknologi, landmark Jawa Barat, dan spot instagramable. Weakness (kelemahan); koleksi masih terbatas, terbatasi peraturan perundangan, dan lahan sempit. Opportunities (peluang); nama museum populer, memiliki Gubernur influencer, dan media sosial interaktif. Threaths (ancaman); adanya perebutan pengelolaan dan kritisi terhadap konsep museum inklusif. Analisis STPD dari Museum Gedung Sate adalah segmenting dari Museum Gedung Sate adalah semua segmen masyarakat, targeting; generasi millennials dan Z, positioning; museum berorientasi pengunjung, differentiation; menggunakan konsep museum inklusif. Penerapan konsep museum inklusif pada Museum Gedung Sate dilihat dari aspek penggunaan teknologi pada museum, museum yang berorientasi pengunjung dan lingkungan museum sebagai ruang publik, dan Bauran komunikasi pemasaran yang digunakan Museum Gedung Sate adalah media sosial, community relations, dan event.



    Kata kunci: komunikasi pemasaran, strategi, museum, museum inklusif







  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi