Referensi dan inferensi dalam wawangsalan bahasa sunda: kajian struktur dan semantik
ABS TRAK
Disertasi ini beijudul "Referensi dan Inferensi dalarn Wawanffolan Bahasa Sunda: Kajian Struktur dan Semantik". Metode penelitian ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100022 499.221 Gun r/R.18.36 Perpustakaan Pusat (REF.18.36) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 499.221 Gun r/R.18.36Penerbit Pascasarjana Unpad : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xxv,;341 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 499.221Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Gunardi, Gugun -
ABS TRAK
Disertasi ini beijudul "Referensi dan Inferensi dalarn Wawanffolan Bahasa Sunda: Kajian Struktur dan Semantik". Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kepustakaan dengan penggunaan korpus. Metode dan teknik kajian yang digunakan adalah metode kajian distribusional.
Penelitian dilakukan pada sebanyak seratus sembilan puluh tujuh wawangsalan, dan data diambil dari tiga buku yang membahasa wawangsalan, yaitu; Mengenal Sisindiran Masyarakat Sunda, Peperenian, dan Nu Sarimbag diva Tembang Sunda.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa wawangsalan memiliki struktur sintaksis frase endosentris, frase eksosentris, kombinasi frase endosentris dart eksosentris, kombinasi frase eksosentris dan endosentris, kombinasi frase dan klausa, kombinasi klausa dan frase, serta struktur klausa.
Inferensi sebagai pemandu jawaban wawangsalan bans pertama, dapat berupa akar kata dan silabel pada salah satu diksi wawangsalan baris kedua. Akar kata atau silabel tersebut hams sama dengan akar kata atau silabel pada posisi akhir jawaban. Akar kata sebagai pemandu jawaban ditemukan 39 jenis akar kata. Silabel yang ditemukan sebagai pemandu jawaban ditemukan sebanyak 54 jenis silabel. Ditambah dengan dua bentuk kecap anteuran (KA).
Referensi wawangsalan, menunjukkan jawaban wawangsalan berupa benda alam dan produk budaya. Benda alam dapat dibedakan atas benda bemyawa dan benda tak bemyawa. Sedangkan produk budaya dapat dibedakan atas keperluan manusia, aktivitas, keadaan, sifat, dan hubungan manusia dengan kepercayaan atau religi.
Mori yang digunakan untuk menganlisis data adalah teori sintaksis dari Elson (1962), Keraf (1980), (Ramlan 1981), Djajasudarma (1987), Kridalaksana (1988), dan Djajasudarma dldc. (1994). Analisis makna digunakan teori dari Lyons (1977), Djajasudanna (1993-1994), Chaer (1995), Pateda (2001), Kridalalcsana (2001), dan Wijana (2008). Bersangkut telaah Akar kata digunakan teori Brandstetter (1957), Keraf (1980), McCune (1983).
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






