Detail Cantuman

Image of verba berpasangan transitif - intransif (jita) kalimat bahasa jepang dan pengungkapan maknanya dalam bahasa indonesia: kajian morfosintaksis

 

verba berpasangan transitif - intransif (jita) kalimat bahasa jepang dan pengungkapan maknanya dalam bahasa indonesia: kajian morfosintaksis


ABSTRAK
Penelitian kontrastif antara verba bahasa Jepang dan verba bahasa Indonesia sampai saat belum dilakukan secara komprchensif. Oleh ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100064410 Kad v/R.18.24Perpustakaan Pusat (REF.18.24)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    410 Kad v/R.18.24
    Penerbit Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxii,;310 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    410
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Penelitian kontrastif antara verba bahasa Jepang dan verba bahasa Indonesia sampai saat belum dilakukan secara komprchensif. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mengisi rumpang tersebut. Sesuai dengan rnasalah, penelitian ini bertujuan mencieskripsikan dan inengkaji verba. berpasanganjita bahasa Jepang dari segi (I) bentuk verba berpasangan jita dengan padanan dalam bahasa Indonesia, (2) makna verba berpasangan jita dengan padanan dalam bahasa Indonesia, (3) pemahaman peran konstituen verba berpasangan pia bahasa Jepang
    Teori yang digunakan bersifat eklektis. Konsep generalisasi fungsi sufiks dikaji rnelalui bentuk verba berpasangan jita secara morfosemantik. Lexical Conceptual Structure (LCS") yang merupakan konsep makna Ieksikal dan menyangkut unsur lingual dan makna, digunakan untuk menggarnbarkan struktur sintaksis verba berpasangan jita. Ketransitifan mengkaji unsur-unsur gramatika yang digunakan secara sistematis. Metode penelusuran yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode kajian berupa metode distribusional dengan teknik bagi unsur langsung, sulih, ubah ujud.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk verba berpasangan jita dapat diklasifikasikan ke dalam tujuh tipe yang didasari dengan perubahan bentuk verba formal dan perubahan verba informal. Hasil penelitian yang berkenaan dengan morfologi verba berpasangan jita dan padanan dalarn verba bahasa Indonesia menunjukkan bahwa kelompok lirnalah yang banyak berubah menjadi bentuk pasif. Perubahan itu terjadi dari
    bentuk derivasi verba jita (butsukemasu' 'butsukarimasu', padanan dalam bahasa
    Indonesia berubah dari membenturkan terbentur .
    Verba berimbuhan be(R)- yang berkategori sebagai verba intransitif memiliki dua makna: pertama, judoukanryoujoutai be(R)- termakna pasir yang umumnya tidak disadari sehingga masuk dalam `konstruksi tengah'; makna kedua,judaujitkanryoujoutai be(R)- 'keadaan aktivitas yang belum selesai' yang umumnya disadari sehingga
    kedudukannya herada di antara sun/ `melakukan' dan 'konstruksi ten
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi