<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14442">
 <titleInfo>
  <title>verba berpasangan transitif - intransif (jita) kalimat bahasa jepang dan pengungkapan maknanya dalam bahasa indonesia:</title>
  <subTitle>kajian morfosintaksis</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kadir, Puspa Mirani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxii,;310 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian kontrastif antara verba bahasa Jepang dan verba bahasa Indonesia sampai saat belum dilakukan secara komprchensif. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mengisi rumpang tersebut. Sesuai dengan rnasalah, penelitian ini bertujuan mencieskripsikan dan inengkaji verba. berpasanganjita bahasa Jepang dari segi (I) bentuk verba berpasangan jita dengan padanan dalam bahasa Indonesia, (2) makna verba berpasangan jita dengan padanan dalam bahasa Indonesia, (3) pemahaman peran konstituen verba berpasangan pia bahasa Jepang&#13;
Teori yang digunakan bersifat eklektis. Konsep generalisasi fungsi sufiks dikaji rnelalui bentuk verba berpasangan jita secara morfosemantik. Lexical Conceptual Structure (LCS&quot;) yang merupakan konsep makna Ieksikal dan menyangkut unsur lingual dan makna, digunakan untuk menggarnbarkan struktur sintaksis verba berpasangan jita. Ketransitifan mengkaji unsur-unsur gramatika yang digunakan secara sistematis. Metode penelusuran yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode kajian berupa metode distribusional dengan teknik bagi unsur langsung, sulih, ubah ujud.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk verba berpasangan jita dapat diklasifikasikan ke dalam tujuh tipe yang didasari dengan perubahan bentuk verba formal dan perubahan verba informal. Hasil penelitian yang berkenaan dengan morfologi verba berpasangan jita dan padanan dalarn verba bahasa Indonesia menunjukkan bahwa kelompok lirnalah yang banyak berubah menjadi bentuk pasif. Perubahan itu terjadi dari&#13;
bentuk derivasi verba jita (butsukemasu'	'butsukarimasu', padanan dalam bahasa&#13;
Indonesia berubah dari membenturkan	terbentur .&#13;
Verba berimbuhan be(R)- yang berkategori sebagai verba intransitif memiliki dua makna: pertama, judoukanryoujoutai be(R)- termakna pasir yang umumnya tidak disadari sehingga masuk dalam `konstruksi tengah'; makna kedua,judaujitkanryoujoutai be(R)- 'keadaan aktivitas yang belum selesai' yang umumnya disadari sehingga&#13;
kedudukannya herada di antara sun/ `melakukan' dan	'konstruksi ten&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Kadir, Puspa Mirani</note>
 <subject authority="">
  <topic>JITA kalimat Bahsa jepang</topic>
 </subject>
 <classification>410</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>410 Kad v/R.18.24</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100064</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.18.24)</sublocation>
    <shelfLocator>410 Kad v/R.18.24</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14442</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:14:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-04 10:18:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>