Verba berendonim indra penglihatan dalam bahasa Indonesia
ABSTRAK
Disertasi ini berjudul "Verba Berendonim Indra Penglihatan dalam Bahasa
Indonesia". Penelitian ini dilatari ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100302 410 Idr v/R.18.23 Perpustakaan Pusat (REF.18.23) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 410 Idr v/R.18.23Penerbit Pascasarjana Unpad : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xvi,;306 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 410Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Idris, Nuny Sulistiany -
ABSTRAK
Disertasi ini berjudul "Verba Berendonim Indra Penglihatan dalam Bahasa
Indonesia". Penelitian ini dilatari terbatasnya penelitian tentang verba berendonim
indra penglihatan dalam bahasa Indonesia. Rumusan masalah penelitiannya adalah:
(1) apa variasi bentuk lingual verba berendonim indra penglihatan yang banyak
digunakan; (2) bagaimana skema representasinya; dan (3) bagaimana kognisi
menentukan ranah penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menemukan
variasi verba berendonim indra penglihatan yang banyak digunakan; (2) membuat
skema representasi; dan (3) menjelaskan bagaimana kognisi menentukan ranah
penggunaannya. Pada dasarnya penelitian ini mengaplikasikan teori yang ada dan
hasilnya diharapkan dapat memperkaya kajian semantis verba terutama hubungan
penggunaan verba ini dengan kognisi penuturnya.
Penelitian ini mengunakan pendekatan dan teori yang bersifak eklektif. Teori
yang dijadikan acuan adalah teori linguistik kognitif dan semantik leksikal. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mixed method qualitative
and quantitative dengan teknik catat dan angket untuk pengumpulan datanya. T eknik
catat digunakan untuk mencatat variasi lema "lihat" dari tesaurus, kamus, dim artikel
dari internet. Teknik angket digunakan untuk mengetahui respons penutur, membuat
skema representasi, dan mengetahui kognisi penutur.
T emuan penelitian ini adalah: (1) verba yang paling banyak digunakan adalah
"menonton" karena berhubungan dengan aktivitas sehari-hari yang paling sering
dilakukan orang Indonesia, yaitu menonton televisi sedangkan verba yang tidak
pernah digunakan adalah menjingau "menjenguk" dan meranggul "mendongak
sedikit" karena pada umumnya penutur tidak memahami maknanya; (2) berdasarkan
skema representasinya ada verba yang memiliki persamaan relasi verba pada kamus
dengan relasi verba pada penggunaan sehari-hari dan ada yang tidak; struktur
semantis verba berendonim indra penglihatan selain MELIHAT IMERASAKAN,
MELIHAT IMEMIKIRKAN, MELIHATIMENGETAHUI, MELIHAT IMELAKUKAN adalah
MELIHAT IMENGGERAKKAN, TIDAK MELIHAT /MENGGERAKKAN; (3) ada 14
kelompok ranah penggunaan verba berendonim indra penglihatan dengan subranah
"sepakbola" sebagai ranah yang paling banyak menggunakan verba ini; ada verba
yang mengalami pergeseran makna, yaitu melongok dan menunduk serta ada verba
yang mengalami perubahan makna, yaitu memicingkan dan melawat.
Simpulan penelitian ini adalah (1) verba yang paling banyak digunakan adalah
verba yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari yang paling sering dilakukan
dan semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin banyak digunakan variasi verba
berendonim indra penglihatan, sebaliknya semakin rendah pendidikan seseorang
semakin sedikit variasi verba yang digunakannya; (2) skema representasi
mengambarkan hubungan antara makna verba dengan pemaparannya pada kamus dan
penggunaannya pada kehidupan sehari-hari; (3) kognisi menentukan ranah
penggunaan verba dengan cara menghubungkan ruang mental dengan pengalaman
indrawi penutumya.
iv
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






