Detail Cantuman

Image of Dinamika sosial ekonomi di kresidenan Jepara (1830-1900)

 

Dinamika sosial ekonomi di kresidenan Jepara (1830-1900)


ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sosial ekonomi dengan judul Dinamika Sosial Ekonomi di Keresidenan Jepara: 1830-1900. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100021330.9 Ala d/R.18.13Perpustakaan Pusat (REF.18.13)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    330.9 Ala d/R.18.13
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxvi,;504 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    330.9
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sosial ekonomi dengan judul Dinamika Sosial Ekonomi di Keresidenan Jepara: 1830-1900. Adapun masalah yang diangkat adalah bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat di Keresidenan Jepara, bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat dan sejauh mana pengaruh Pemerintah Hindia Belanda terhadap dinamika ekonomi masyarakat, bagaimana diversifikasi dan kreativitas ekonomi yang dilakukan masyarakat dan apa sajakah yang telah dilakukan Pemerintah Hindia Belanda dalam mendorong dinamika sosial ekonomi masyarakat.
    Sebagai tulisan sejarah deskriptif analitis, penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik kritik, interpretasi, dan historiografi. Upaya untuk memotret dinamika sosial ekonomi di Keresidenan dipertajam dengan teori, konsep, dan pendekatan yang relevan, terutama dan ilmu sosial dan ekonomi. Kehidupan sosial ekonomi di keresidenan sating interdependency (saling ketergantungan) antara penduduk dengan pemerintah Hindia Belanda dan pemilik modal. Di sisi yang lain Keresidenan Jepara mengalami degradasi dan perdagangan global menjadi lokal atau interinsuler.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Keresidenan Jepara pada periode 1830 hingga 1900 cukup dinamis ditandai adanya interaksi sosial, perbaikan kesehatan, peningkatan pendidikan, dan toleransi beragama. Dari sisi sosial di Keresidenan Jepara terdapat lembaga pendidikan, terjadi wabah penyakit, korupsi oleh birokrasi pribumi, kriminalitas, kesadaran menunaikan ibadah haji, kemakmuran dan kemislcinan. Dilihat dan dinamika ekonomi, tampak bahwa ekspansi ekonomi perkebunan kopi, nila, tembakau, kelapa, terutama gula semakin intensif Hadirnya industri gula melahirkan diversifikasi ekonomi masyarakat seperti bermunculan buruh perkebunan, tukang batu dan kayo, pandai besi, kusir gerobak, penggiling tebu, dan lain sebagainya. Selain perkebunan, masyarakat Keresidenan Jepara masih menjadikan pertanian seperti padi dan palawija sebagai penopang ekonomi utama. Aktivitas ekonomi yang lain seperti perikanan, peternakan, hutan, dan sebagainya masih tetap berjalan. Hasil disertasi ini menggambarkan bahwa ada kreativitas ekonomi masyarakat yang melahirkan industri dan kerajinan pribumi seperti pembuatan kerajinan ukir dan meubel, pembuatan perahu, penggergajian kap', pembuatan batik dan tenun, pembuatan batu Bata dan genting, pembuatan garam, kolam ikan, pembakaran kapur, pembuatan perahu, dan lain sebagainya.
    Ada korelasi yang signifikan antara aktivitas sosial dengan aktivitas ekonomi masyarakat Keresidenan Jepara yang mengalami pasang surut karena pengaruh internal maupun eksternal. Pengaruh internal berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat dan potensi ekonomi baik pertanian maupun nonpertanian. Pengaruh ekstemal terutama berkaitan dengan kebijakan sosial dan ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda serta daerah penyangga di sekitar Keresidenan Jepara
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi