Detail Cantuman

Image of Representasi Ojek Konvensional di Dalam Iklan Grab Indonesia : Studi Kualitatif menggunakan Pendekatan Semiotika mengenai Representasi Ojek Konvensional dalam Iklan Grab Bike versi #PilihAman di Google Ads Youtube

Skripsi  

Representasi Ojek Konvensional di Dalam Iklan Grab Indonesia : Studi Kualitatif menggunakan Pendekatan Semiotika mengenai Representasi Ojek Konvensional dalam Iklan Grab Bike versi #PilihAman di Google Ads Youtube


ABSTRAK

Sellyana Ramelan, 210110130234. Skripsi ini berjudul “Representasi Ojek Konvensional di dalam Iklan Grab Indonesia”. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1B1696659.144 07 SEL pPerpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1B)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    658.144 07 SEL r
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 171 hlm. : Ilus. ; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    658.144 07 SEL r
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Sellyana Ramelan, 210110130234. Skripsi ini berjudul “Representasi Ojek Konvensional di dalam Iklan Grab Indonesia”. Pembimbing utama dalam skripsi ini adalah Dr.Lukiati Komala Erdinaya, M.Si dengan pembimbing pendamping Fajar Syuderajat, S.Sos, M.Si (Psi). Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Iklan Grab Bike versi

    #PilihAman di Google Ads Youtube merepresentasikan Ojek Konvensional terkait pilihan transportasi yang aman. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk menguak makna denotasi, konotasi dan mitos yang terkandung di dalam iklan tersebut.

    Hasilnya, pada iklan tersebut menggambarkan bagaimana Dinda, seorang mahasiswa harus mengambil keputusan yang besar yaitu memilih transportasi untuk pulang. Pilihan yang Dinda ambil ialah dengan menolak ojek konvensional dan lebih memilih Grab. Dalam iklan tersebut ojek konvensional digambarkan tidak tertib dalam hal keselamatan berkendara. Hal tersebut peneliti identifikasi sebagai tindakan pelabelan terhadap ojek konvensional sebagai transportasi yang berbahaya.

    Simpulan yang didapati dari penelitian ini ialah iklan tersebut mencoba menggambarkan mengenai Grab Bike sebagai pilihan transportasi yang paling aman dengan menggambarkan hal yang akan terjadi apabila memilih transportasi lain yang mana dalam iklan ini yaitu ojek konvensional. Secara jelas iklan tersebut menampilkan adegan luka-luka berdarah yang terkesan sadis serta banyak melanggar Etika Pariwara Indonesia. Selain itu, peneliti juga mendapati iklan tersebut memuat konten yang tidak benar adanya perihal lulus pelatihan keselamatan berkendara.

    Peneliti memiliki saran yaitu, akan lebih baik jika iklan dibuat dengan konten- konten yang tidak melanggar etika pariwara sehingga iklan dapat diterima oleh semua
    kalangan tanpa menyinggung pihak manapun.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi