Skripsi
Personal Brandinghana Madness sebagai Seniman Doodle Art Penyandang Disabilitas Mental : Studi Naratif Mengenai Personal Branding Hana Madness Sebagai Seniman Doodleart Penyandang Disabilitas Mental Skizoafektif
ABSTRAK
Ekky Ulfah Fauziyah, 210310150044, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan K1B1691 362. 407 658 81 FAU p Perpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1C) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu KomunikasiJudul Seri -No. Panggil 658.049 07 EKK PPenerbit Fikom Unpad : Bandung., 2019 Deskripsi Fisik xiv, 253 hlm. : Ilus. ; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658.049 07 EKK PTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
ABSTRAK
Ekky Ulfah Fauziyah, 210310150044, Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini berjudul “Personal Branding Hana Madness Sebagai Seniman Doodle Art Penyandang Disabilitas Mental”, dengan pembimbing utama Dr. Yanti Setianti, M.Si dan pembimbing pendamping Dr. Yustikasari, M.I.Kom.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sosok Hana Madness sejak sebelum hingga menjadi seorang seniman doodle art dan melakukan personal branding, peristiwa penting yang dialami oleh Hana Madness selama menjadi seniman doodle art dan melakukan personal branding, serta cara Hana Madness menghadapai konflik dan masalah yang terjadi di sekitarnya selama membentuk personal branding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis studi naratif dengan penyajian data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan penelusuran data online.
Hasil penelitian menunjukkan mengenai sosok Hana Madness sejak sebelum hingga menjadi seniman doodle art dan melakukan personal branding adalah karena Hana ingin menggoyahkan stigma yang ada terhadap para penyandang disabilitas mental yang dianggap tidak bisa melakukan kegiatan apapun dan hanya cukup dikurung di rumah saja. Salah satu peristiwa penting yang dialami Hana selama melakukan personal branding adalah dengan menjadi insiator Festival Bebas Batas dan membuat In Chains Project. Hana juga telah mengalami berbagai macam konflik seperti masih banyaknya stigma negatif terhadap para penyandang disabilitas mental dan kurangnya apresiasi karya seni.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Hana Madness telah melakukan personal branding dengan cukup baik, dimana orang-orang sedikitnya telah lebih terbuka dalam memandang sosok Hana dan para penyandang disabilitas mental lainnya.
Saran untuk Hana dalam melakukan personal branding adalah dengan berfokus pada spesialisasi yang ia miliki yaitu sebagai seniman, dikarenakan Hana juga aktif dalam berbagai kegiatan selain seni, maka Hana harus tetap konsisten.
Kata Kunci : Branding; Personal Branding; Doodle Art; Disabilitas; Disabilitas Mental
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






