Detail Cantuman

Image of Tradisi Makatte Masyarakat Etnis Makassar : Studi Kasus Mengenai Advokasi Larangan Tradisi  Sunat  Perempuan di Kelompok Masyarakat Etnis Makassar

Skripsi  

Tradisi Makatte Masyarakat Etnis Makassar : Studi Kasus Mengenai Advokasi Larangan Tradisi Sunat Perempuan di Kelompok Masyarakat Etnis Makassar


ABSTRAK

Annissa Qiozelvia, 210110140059, Program Sarjana Ilmu Komunikasi, Program Studi Manajemen Komunikasi. Universitas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1C1608306.079 922 62Perpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1C)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    306.079 922 62 ANN t
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 238 hlm. : Ilus. : 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    306.079 922 62 ANN t
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Annissa Qiozelvia, 210110140059, Program Sarjana Ilmu Komunikasi, Program Studi Manajemen Komunikasi. Universitas Padjadjaran. Tradisi Makatte’ Masyarakat Etnis Makassar. Tim Pembimbing Ilham Gemiharto, S.Sos., M.Si dan Dedi Rumawan Erlandia, S.Sos., M.Si. Tahun Kelulusan 2018.
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya tradisi sunat perempuan di Indonesia yang menimbulkan pro dan kontra. Untuk sebagian masyarakat Indonesia, khusus nya di kelompok masyarakat etnis Makassar, yang menganggap bahwa tradisi ini harus dijalankan atas dasar budaya yang sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka.Tujuan utama dari skripsi ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi budaya dari tradisi sunat perempuan pada kelompok masyarakat etnis Makassar.
    Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan tradisi riset studi kasus dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan.
    Hasil penelitian dan kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa advokasi dilakukan kepada masyarakat Makassar di Muara Baru, Jakarta Utara dikarenakan pada pelaksanaannya bukan sebatas simbolik namun melukai alat genital perempuan yang ditakutkan akan berdampak buruk pada saat anak perempuan tersebut dewasa, selain itu untuk mengubah pandangan masyarakat mengenai perempuan yang disunat dan tidak disunat. Strategi komunikasi advokasi yang dilakukan melalui empat tahap: penelitian, perencanaan, pelaksanaan,dan evaluasi. Hasil dari adanya advokasi tersebut adalah bahwa masyarakat Makassar menolak dan menentang adanya advokasi di daerah mereka, namun advokasi berhasil dilakukan di kelompok masyarakat non makassar yang bermukim di Muara Baru, Jakarta Utara.


    Kata Kunci : Komunikasi Budaya, Komunikasi Kesehatan, Advokasi, Sunat

    Perempuan

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi