<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14338">
 <titleInfo>
  <title>Pengisian Jabatan kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Ditinjau Dari Prinsip Demokrasi Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Setelah Amandemen UUD 1945</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abbas, Muhammad Farhat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pasca Hukum</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv,;342 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
PENGISIAN JABATAN KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA&#13;
DITINJAU DARI PRINSIP DEMOKRASI DALAM SISTEM KETATANEGARAAN&#13;
INDONESIA SETELAH AMANDEMEN UUD 1945&#13;
Artikulasi demokrasi di balik istilah &quot;dipilih secara demokratis&quot; dalam pengisian jabatan Kepala Pemerintah propinsi, kabupaten dan kota sebagaimana Pasal 18 ayat (4) UUD 1945 masih menyisahkan tafsir yang dapat diterjemahkan dalam beragam metode demokrasi apakah dipilih secara langsung oleh rakyat atau dipilih oleh lembaga perwakilan rakyat (DPRD). Lalu bagaimana tafsir demokrasi terhadap praktek pengisian jabatan Kepala Daerah yang dilakukan melalui penetapan sebagaimana yang berlangsung pada Daerah Istimewa Yogyakarta. Apakah hal tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk tafsir demokrasi dalam kebhinnekaan satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa menurut Pasal 18B ayat (1) dan (2) setelah amandemen ketiga UUD 1945. Atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, teridentifikasi tiga masalah yang menjadi perhatian disertasi ini sebagai berikut: pertama, bagaimana format pengisian jabatan Kepala Daerah yang tepat yang sesuai dengan sistem ketatanegaraan Indonesia setelah amandemen UUD 1945? Kedua, apakah pengisian jabatan Kepala Daerah melalui penetapan terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta masih relevan dan sesuai dengan sistem ketatanegaraan setelah amandemen UUD 1945? dan ketiga, bagaimanakah bentuk pengisian jabatan Kepala Daerah yang prospektif terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta yang sesuai dengan sistem ketatanegaraan Indonesia setelah amandemen UUD 1945?&#13;
Melalui pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis, penelitian ini berusaha menyajikan analisis yang utuh terhadap identifikasi masalah berdasar data, baik data primer maupun data sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier yang kernudian dianalisis secara yuridis kualitatif.&#13;
Atas hasil penelitian diperoleh kesimpulan antara lain: pertama, berdasarkan Pasal 18 ayat (4) dan Pasal 18B ayat (1) dan (2) UUD 1945, format pengisian jabatan Kepala Daerah dapat dilakukan melalui pemilihan secara demokratis dan dapat dilakukan melalui penetapan; kedua, secara historis, filosofis, sosiologis dan yuridis, pengisian jabatan Kepala Daerah melalui penetapan terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta masih relevan sesuai dengan sistem ketatanegaraan setelah amandemen UUD 1945; dan ketiga, bentuk pengisian jabatan Kepala Daerah yang prospektif terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dilakukan dengan membagi jabatan Gubernur menjadi jabatan Kepala Daerah yang diisi melalui penetapan terhadap ahli waris yang bertahta dengan jabatan Kepala Pemerintah Daerah yang diisi melalui pemilihan secara demokratis apakah dipilih secara langsung oleh rakyat atau dipilih DPRD.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Abbas, Muhammad Farhat</note>
 <subject authority="">
  <topic>Demokrasi Sistem</topic>
 </subject>
 <classification>342</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>342 Abb p/R.11.39</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100213</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Ref.39)</sublocation>
    <shelfLocator>342 Abb p/R.11.39</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14338</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:12:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-06-08 07:09:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>