
Skripsi
PENGGUNAAN KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM PEMBELAJARAN TARI BAGI TUNARUNGU
PENGGUNAAN KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM PEMBELAJARAN TARI BAGI TUNARUNGU
Studi Kasus Tentang Pembelajaran Tari Bagi Tunarungu Di Log In ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan K1C 1438 302. 279 262 ASH p Perpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1C) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu KomunikasiJudul Seri -No. Panggil 302. 279 262 ASH pPenerbit Fikom Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xvi, 139 hlm. : ilus.: 21 x 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302. 279 262 ASH pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
PENGGUNAAN KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM PEMBELAJARAN TARI BAGI TUNARUNGU
Studi Kasus Tentang Pembelajaran Tari Bagi Tunarungu Di Log In Foundation Smile Motivator Bandung
Penulis : Nabila Ashriyanti
NPM : 210110120007
Nomor Panggil : K1C 1438
Asal Literatur : Skripsi
ABSTRAK
Nabila Ashriyanti, 210110120007. 2017. Program Studi Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Judul penelitian yaitu, “Penggunaan Komunikasi Nonverbal dalam Pembelajaran Tari bagi Tunarungu”. Pembimbing utama adalah Dr. Jenny Ratna Suminar, M. Si, dan pembimbing pendamping adalah Nindi Aristi, S.Sos., M.Comn.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi nonverbal yang digunakan dalam proses pembelajaran tari bagi tunarungu, mengetahui metode yang digunakan oleh pengajar tari serta alasan menggunakan metode pembelajaran yang diterapkan dalam kelas tari bagi tunarungu di Yayasan SMILE Motivator Bandung.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan menggunakan observasi nonpartisipan, wawancara, dokumentasi gambar serta studi kepustakaan. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah semi terstruktur dimana peneliti membuat rincian secara garis besar dan seluruh pertanyaan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi nonverbal yang digunakan adalah gerakan isyarat. Terdapat 10 gerakan isyarat yang menjadi kode dari pengajar kepada siswa tari dan memiliki makna tersendiri. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode demonstrasi, dimana pengajar berperan sebagai demonstrator. Alasan menggunakan metode demostrasi dalam pembelajaran tari karena metode demontrasi memiliki kekuatan visual, dimana pesan yang berupa visual akan lebih mudah untuk dimengerti bagi siswa tunarungu.
Saran dari penelitian ini adalah ketersediaan ruang yang lebih besar di ruangan latihan menari, sehingga para penari memiliki ruang gerak yang lebih besar dan bebas saat menari.
Kata kunci : Komunikasi Nonverbal, Gerakan Isyarat, Tunarungu.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






