Pengaruh non-diversifiable risk, size risk, value risk, dan information risk terhadap imbal hasil pada saham lq45
Penelitian ini mendokumentasikan hasil empiris terhadap the 4-Factor Model
untuk melihat apakah pengaruh dari non-diversifiable risk, size ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100037 658.155 Isr p/R.12.248 Perpustakaan Pusat (REF.12.248) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658.155 Isr p/R.12.248Penerbit Program doktor fakultas ekonomi UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xx,;169 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658.155 Isr pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Isrochmani -
Penelitian ini mendokumentasikan hasil empiris terhadap the 4-Factor Model
untuk melihat apakah pengaruh dari non-diversifiable risk, size risk, value risk, and
information risk terhadap imbal hasil saham.
Panel data terdiri dari 22 perusahaan non-financial yang tergolong sebagai
LQ45 yang aktif diperdagangkan selama periode tahun 2004 sampai dengan 2008.
Dipilihnya saham LQ45 yang aktif diperdagangkan menjamin bahwa model yang
dipilih adalah saham likuid; tujuannya adalah agar taat kepada keputusan yang
diambil oleh Easley, Hvidkjaer, and O'Hara (2005) untuk tidak memasukkan data
dari perusahaan yang melakukan trading kurang dari 60 hari, " ... as we cannot
estimate our trade model reliably for such trades" (Easley et al). Dengan demikian,
penelitian ini tidak berusaha untuk membandingkan big market capitalization dengan
small market capitalization sebagaimana yang dilakukan oleh Fama dan French.
Akan tetapi, penekanan dari penelitian ini adalah pada LQ45.
Hasil statistik menunjukkan bahwa non-diversifiable risk sebagaimana diukur
oleh ~ tidak berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil. Hal ini menunjukkan
bahwa, apabila P digabung dengan size dan value dalam model regresi, maka terdapat
variabel lain selain p yang dapat secara signifikan menjelaskan the variations in
security returns, sedangkan p tidak dapat menjelaskannya.
Hasil empiris juga menunjukkan bahwa size risk mempunyai pengaruh
signifikan dan positif terhadap imbal hasil. Hal ini mengarah kepada a big firm effect
pada LQ45 dim ana big market capitalization stocks menghasilkan high returns.
Bhatnagar and Ramlogan (2007) memperoleh bukti empiris yang sama di Financial
Times Stock Exchange 100.
Hasil empiris juga menunjukkan bahwa information risk mempunyai pengaruh
positif dan signifikan terhadap imbal hasil. Hal ini konsisten dengan Benos and
Jochec (2007). Koefisien positif ini juga konsisten dengan hasil empiris oleh Easley
et al yang menunjukkan bahwa "stocks with greater private information commands a
risk premium".
The 4-Factor Model menekankan kepada menariknya active investment
strategy dimana investor yang jeli mengambil peran aktif dalam menggali value
relevant information, dan memilih saham dengan big market capitalization dan low
book-to-market. Hal ini mengingat bahwa a bigfirm size effect berlaku di LQ45. Hal
ini juga dengan mempertimbangkan bahwa, di LQ45, value-relevant information
dapat menghasilkan imbal hasil positif. . -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






