Pengaruh penerapan good corporate governance dan budaya perusahaan terhadap reputasi serta implikasinya pada kinerja perusahaan...
Saat ini kinerja Badan Usaha Milik Negara.(BUMN) di Indonesia relatif
masih rendah, bahkan ada beberapa diantaranya terancam likuidasi. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100112 658.045 Tew p/R.12.233 Perpustakaan Pusat (REF.12.233) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658.045 Tew p/R.12.233Penerbit Program doktor fakultas ekonomi UNPAD : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xv,;188 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658.045 Tew pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Tewu M.L.Denny -
Saat ini kinerja Badan Usaha Milik Negara.(BUMN) di Indonesia relatif
masih rendah, bahkan ada beberapa diantaranya terancam likuidasi. Berbagai
upaya telah dilakukan Pemerintah, diantaranya melakukan privatisasi dan
merger, tetapi berbagai upaya tersebut cenderung belum optimal, dimana pada
kenyataannya muncul berbagai reaksi dari stakeholder atas kebijakan Pemerintah
tersebut. Rendahnya kinerja perusahaan dan reputasi BUMN tersebut cenderung
disebabkan tidak transparannya dalam melakukan kegiatan usaha yang selama ini
dijalankannya. Fenomena tersebut secara konseptual merupakan indikasi dari
rendahnya pengelolaan dalam melakukan penerapan Good Corporate
Governance (GCG) dan pengembangan budaya perusahaan yang sesuai dengan
tuntutan lingkungan bisnis yang ada.
Selaras dengan komitmen Pemerintah untuk melakukan optimalisasi
penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan pengembangan budaya
perusahaan yang sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis yang ada, maka
diharapkan Badan Usaha Milik Negara akan mampu meningkatkan reputasi dan
kinerja keuangannya (Master Plan BUMN 2005-2009).
Atas dasar latar belakang di atas maka dirasakan perlu untuk melakukan
penelitian tentang pengaruh penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan
budaya perusahaan terhadap reputasi serta implikasinya pada kinerja BUMN.
Adapun unit observasinya adalah manajemen 100 BUMN yang dianggap
homogen dari segi pengaturan dan kebijakannya, sehingga tekhnik sampling
yang digunakan adalah sampling acak sederhana (simple random sampling),
dim ana ukuran sampel yang diambil ditentukan dengan memperhatikan tekhnik
analisis yang digunakan dalam uji hipotesis. Karena model penelitian ingin
menganalisa variabel indikator, variabel laten yang pada alat analisis statistika
lainnya belum ada (Bacharudin dan Harapan:2003) maka diterapkan metode
structural equation model (SEM) yang akan memberikan kejelasan hubungan
dan besar pengaruh antar konstruk (variabellaten),
Dari temuan disertasi ini terungkap bahwa apabila dilihat dari variabel
bebas, penerapan GCG berpengaruh dominan terhadap reputasi perusahaan
maupun terhadap kinerja BUMN, demikian juga Budaya Perusahaan berpengaruh
terhadap reputasi perusahaan maupun terhadap kinerja BUMN, dan reputasi
perusahaan berpengaruh kuat terhadap kinerja perusahaan. Adapun bila dilihat
. dari tingkat validitasnya maka penerapan GCG lebih berpengaruh dominan
daripada budaya perusahaan, baik dalam meningkatkan reputasi perusahaan
maupun kinerja BUMN, dimana reputasi perusahaan ini akan meningkat apabila
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






