Pengaruh faktor-faktor ekonomi makro terhadap return saham di pasar modal Indonesia dengan pendekatan arbitrage pricing theory periode th. 2008-2010
Masalah yang dihadapi pada saat berinvetasi di pasar saham di semua
bursa saham pada umumnya adalah ketidakpastian harga-harga saham yang
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100303 658 Waw p/R.12.225 Perpustakaan Pusat (REF.12.225) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658 Waw p/R.12.225Penerbit Program doktor fakultas ekonomi UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiii,;316 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658 Waw pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Ichwanudin Wawan -
Masalah yang dihadapi pada saat berinvetasi di pasar saham di semua
bursa saham pada umumnya adalah ketidakpastian harga-harga saham yang
diperdagangkan. Berbagai model dikembangkan oleh para ahli keuangan dalam
rangka meminimalkan ketidakpastian dengan mengembangkan model yang dapat
digunakan untuk memprediksi expected return. Arbitrage Pricing Theory (APT)
adalah salah satu model yang dapat digunakan untuk memprediksi expected
return.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan model APT di
Indonesia. Pendekatan yang digunakan untuk merumuskan model APT adalah
pendekatan pre-specified macroeconomic factors. Adapan faktor- faktor ekonomi
makro yang ditentukan adalah inflasi, suku bunga SBI, jumlah uang beredar, nilai
tukar rupiah terhadap us dollar, dan harga minyak. Penelitian dilakukan terhadap
sampel, dalam hal ini peneliti mengambil beberapa sampel sesuai dengan kriteria
yang telah ditetapkan. Periode penelitian yang digunakan adalah tahun 2008
sampai dengan tahun 2010.
Penelitian ini menggunakan data sekunder, metode analisis yang
digunakan adalah metode regresi dua tahap. Model APT dihasilkan pada regresi
tahap kedua melalui pendekatan regresi backward dengan pengujian uji F dan
Uji t.
Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa risiko inflasi, risiko
nilai tukar rupiah terhadap USD, dan risiko harga minyak adalah faktor risiko
yang dihargai di Pasar Modal Indonesia. Dengan demikian, model APT yang
dihasilkan dalam penelitian ini adalah model APT yang terdiri dari tiga faktor,
yaitu inflasi, nilai tukar rupiah terhadap USD, dan harga minyak. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






