Dampak Shock Kebijakan Fiskal Terhadap Stabilitas Markroekonomi Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak shock kebijakan fiskal
terhadap stabilitas makroekonomi di Indonesia untuk periode ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140100081 339 Pat D/R.12.73 Perpustakaan Pusat (REF.12.73) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 339 Pat D/R.12.73Penerbit Program Doktor Ilmu Ekonomi Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xii,;183 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 339 Pat DTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Pattilouw Djufri Rays -
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak shock kebijakan fiskal
terhadap stabilitas makroekonomi di Indonesia untuk periode 1998.1-2012.4.
Penelitian ini mencoba untuk menjawab pertanyaan: (l)Bagaimana dampak shock
pengeluaran pemerintah dan shock penerimaan pajak terhadap inflasi, output, dan
suku bunga, serta bagaimana respon pengeluaran pemerintah dan penerimaan
pajak dalam menanggapi shock dari ketiga variabel makroekonomi tersebut; serta
(2) Seberapa besar kontribusi dari shock penerimaan dan pengeluaran pemerintah
dalam menentukan inflasi, output, dan suku bunga, serta sebaliknya. Metode
anal is is yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Structural Vector
Autoregression (SVAR), yang mencakup uji kausalitas Granger, Impulse Response
Function (IRF), dan Variance Decomposition (VD).
Kesimpulan utama dari hasil penelitian ini antara lain: (1) Respon kebijakan
fiskal di Indonesia secara umum masih bersifat a-siklikal; (2) Shock pengeluaran
pemerintah lebih signifikan berdampak kepada inflasi ketimbang dampaknya
kepada output; (3) Shock penerimaan pajak lebih signifikan berdampak kepada
output ketimbang dampaknya kepada inflasi; (4) Suku Bunga SBI sangat sensitif
dalam merespon shock fiskal, dimana respon tersebut cukup mempengaruhi
efektivitas dari kebijakan fiskal.
Implikasi dari hasil penelitan ini adalah bahwa (1) Respon kebijakan fiskal yang
bersifat a-siklikal menyebabkan fungsi stabilisasi fiskal tidak bekerja optimal
dikarenakan adanya shock yang tidak tepat waktu; (2) Respon kebijakan moneter
yang tidak tepat dalam menanggapi shock fiskal dapat memperlemah dampak dari
kebijakan fiskal terhadap output. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






