Detail Cantuman

Image of Penerapan Literasi Informasi oleh Pustakawan di SMAN 24 Bandung : Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus di Perpustakaan SMAN 24 Bandung

Skripsi  

Penerapan Literasi Informasi oleh Pustakawan di SMAN 24 Bandung : Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus di Perpustakaan SMAN 24 Bandung


Abstrak
Penelitian ini mengenai penerapan literasi informasi oleh pustakawan di SMAN 24 Bandung. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1D1479020.707 RIO pPerpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah Klas K1D)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    020.707 RIO p
    Penerbit Fikom - Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 81 hlm. : Ilus. ; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    020.707
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Abstrak
    Penelitian ini mengenai penerapan literasi informasi oleh pustakawan di SMAN 24 Bandung. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan SMAN 24 Bandung, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pustakawan dalam menerapkan literasi informasi kepada siswa yang didasarkan pada model pengembangan literasi informasi SCONUL (Society of College, National and University Librarie) dengan tujuh tahapannya yaitu identify, scope, plan, gather, evaluate, manage, dan present. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Alat bantu yang digunakan untuk pengumpulan data berasal dari observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara-cara yang dilakukan pustakawan setiap tahapan sudah cukup baik mulai dari menentukan kebutuhan informasi pemustaka, memperkenalkan sumber-sumber informasi, memperkenalkan penggunaan kata kunci, menjelaskan pengumpulan informasi menggunakan katalog, memastikan informasi yang ditemukan relevan, membantu siswa menghindari plagiasi, dan membantu siswa dalam menyajikan hasil temuan. Penulis menyimpulkan dari penelitian bahwa kompetensi pustakawan dalam menerapkan literasi informasi kepada siswa sudah baik, namun masih kurang maksimal karena kurangnya dukungan dari pihak sekolah seperti menyediakan sarana pra sarana dan kurangnya waktu pustakawan untuk berkomunikasi langsung dengan siswa. Oleh karena itu alangkah baiknya jika pustakawan dan pihak sekolah bekerja sama dalam mendukung kegiatan literasi informasi di sekolah untuk mewujudkan terciptanya komunitas yang literet.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi