<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14090">
 <titleInfo>
  <title>Kajian ekonomi keberlanjutan sistem integrasitanaman padi dengan ternak sapi pada lahan sawah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dedi Sugandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Ekonomi Unpad</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;250 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di Indonesia, lahan sawah merupakan tumpuan utama bagi pengembangan &#13;
usahatani padi. Capaian produksi padi pada lima tahun terakhir (2001-2006) mengalami &#13;
kenaikan, namun kenaikan tersebut merupakan angka paling keeil dibanding &#13;
pertumbuhan dua dekade sebelumnya yaitu tahun 1980-1990 dan tahun 1990-2000, ini &#13;
menunjukan bahwa laju peningkatan produksi padi tengah mengalami penurunan. Sistem &#13;
integrasi tanaman padi dengan temak sapi (SITT) dipandang sebagai salah satu solusi &#13;
untuk menjawab kekhawatiran terhadap ancaman ketersediaan pangan maupun &#13;
keberlanjutan usahatani. Namun hingga saat ini belum ada metode yang dapat digunakan &#13;
untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara usahatani tanaman dengan temak yang &#13;
dapat digunakan sebagai indikator tingkat keberlanjutan penerapan sistem integrasi &#13;
terse but. Mengacu eara perhitungan tingkat diversifikasi usahatani, maka tingkat keeratan &#13;
hubungan usahatani tanaman dengan ternak diukur dengan cara perhitungan menggunkan &#13;
indeks keeratan siklus (IKS) antara output produksi usaha tanaman yang digunakan untuk &#13;
input produksi temak, dan output produksi temak yang digunakan untuk input produksi &#13;
tanaman. Untuk menguji efektivitas penerapan IKS pada SITT pada lahan sawah, &#13;
dilakukan penelitian. &#13;
&#13;
Tujuan penelitan antara lain, menganalisis faktor-faktor yang mendorong petani &#13;
menerapkan SITT, menganalisis pengaruh SITT terhadap pendapatan petani, mengukur &#13;
keberlanjutan penerapan SITT melalui cara perhitungan IKS. Mengidentifikasi faktor­ &#13;
faktor yang mempengaruhi tingkat keberlanjutan SlIT. &#13;
&#13;
Penelitian dilakukan di Kecamatan Binong dan Sagalaherang, Kabupaten Subang &#13;
serta di Keeamatan Sukaraja dan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi &#13;
Jawa Barat, menggunakan metode survey. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan &#13;
cara multi stage random sampling terhadap petani yang pernah menerapkan SITT di &#13;
Kabupaten Subang sebayak 120 dan di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 80 orang. &#13;
Sebagai kontrol diambil 80 orang petani yang tidak menerapkan SITT terdiri dari &#13;
40 orang dari Kabupaten Subang dan 40 orang dari Kabupaten Tasikmalaya. Analisis &#13;
data menggunakan analisis regresi logit binary pada hipotesis pertama dan ke tiga, &#13;
menggunakan metode independent sample t-test untuk hipotesis ke dua, dan mengunakan &#13;
model analisis regrasi OLS untuk hipotesis ke empat. &#13;
&#13;
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, penerapan SlIT pada lahan sawah &#13;
mempunyai prospek pengembangan yang baik. Faktor yang mendorong petani untuk &#13;
menerapkan SITT adalah pengalaman memelihara ternak, kebutuhan pupuk organik, &#13;
tersedianya sumber pakan selain limbah petanian, adanya pembinaan yang intensif dari &#13;
petugas penyuluhan, dan adanya program bantuan dari pemerintah. SITT pada lahan &#13;
&#13;
.sawah dapat meningkatkan produktivitas padi dan nilai pendapatan petani. IKS dapat &#13;
digunakan untuk mengukur peluang keberlanjutan penerapan, semakin tinggi nilai IKS &#13;
maka semakin besar peluang keberlanjutan panerapan SITT. Faktor-faktor yang &#13;
berpengaruh terhadap keberlanjutan penerapan SITT adalah tingkat pendidikan, luas &#13;
periguasaan lahan, jumlah penguasaan temak, pemanfaatan pupuk, pemanfaatan jerami &#13;
dan dedak, serta keberadaan sumber pakan selain limbah pertanian.</note>
 <note type="statement of responsibility">ugandi Dedi</note>
 <subject authority="">
  <topic>IKS, SITT, lahan sawah, padi, sapi.</topic>
 </subject>
 <classification>338.173 18 Sug k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>338.173 18 Sug k/R.12.50</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100012</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.12.50)</sublocation>
    <shelfLocator>338.173 18 Sug k/R.12.50</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14090</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:08:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-09-07 08:17:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>