Respon petani terhadap modernisasi pasar sayuran serta pengaruhnya pada permintaan lahan
Petani yang mempunyai kemampuan untuk memperluas lahan penguasaannya
masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengetahui ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100018 338.159 822 Ras r/R.12.48 Perpustakaan Pusat (REF.12.48) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 338.159 822 Ras r/R.12.48Penerbit Program Doktor Ilmu Ekonomi Unpad : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xiv,;224 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 338.159 822 Ras rTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Rasmikayati Elly -
Petani yang mempunyai kemampuan untuk memperluas lahan penguasaannya
masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengetahui akses dan
komposisi penguasaan lahan petani, 2). Menggambarkan bagaimana keterkaitan
non-capital asset, input, teknologi,dan modal serta sistem pendukung terhadap
keberhasilan usahatani, 3). Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
partisipasi petani di pasar lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey
dengan menggunakan sampling stratifikasi dua tahap. Jumlah petani yang diambil
sebagai sampel ada sebanyak 500 orang petani kentang. Daerah penelitian
meliputi kabupaten Bandung dan Garut.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, sebanyak 51 % petani
kentang berpartisipasi di pasar lahan melalui penyewaan lahan dan barn 4% petani
yang mampu melakukan pembelian lahan. Mereka juga diantaranya ada yang
melakukan penjualan lahan sebanyak 9%. Sedangkan petani yang tidak aktif
berpartisipasi di pasar lahan sebanyak 36%.
Kedua, pada tahun 2006, petani yang menguasai lahan antara 0,5 sampai
dengan satu hektar, jumlahnya paling banyak, yaitu 33%. Sedangkan jumlah
petani gurem, jumlahnya mencapai 23%. Terjadi peningkatan luas penguasaan
lahan, selama kurun waktu 2000-1006 pada petani dengan luas lahan kurang dari
0,5 hektar, tetapi mereka jumlahnya tetap. Sementara itu, petani yang luas
lahannya antara 0,5 sampai dengan satu hektar, walaupun luas penguasaan
lahannya tetap, jumlah petaninya mengalami penurunan dalam kurun waktu
tersebut.
Ketiga, pendidikan, partisipasi petani dalam pelatihan pertanian, kemitraan
dan kelompok tani berhubungan dengan bervariasinya tingkat keberhasilan
usahatani. Kemudian, penggunaan varietas, pupuk dan pestisida juga berkaitan
dengan berfluktuasinya hasil kentang petani. Demikian juga halnya dengan kredit
dan luas lahan yang memiliki sistem pengairan. Selanjutnya, petani kentang
mampu menghasilkan kentang sebanyak 15 sampai dengan 25 ton per hektar,
dengan frekuensi tanam dua kali setahun. Pembeli pertama kentang petani
umumnya adalah bandar (64%). Walaupun petani yang menjual ke pasar modem
masih terbatas (13 orang), tetapi keuntungannya lebih tinggi dibandingkan dengan
petani yang menjual ke pasar tradisional.
Keempat, luas lahan yang memiliki sistem pengairan dan kemampuan
petani mendapatkan kredit serta keuntungan, berperan langsung pada peningkatan
peluang petani untuk berpartisipasi di pasar lahan. Sedangkan faktor-faktor yang
berpengaruh secara tidak langsung terhadap peningkatan akses petani terhadap
lahan adalah tingkat produktifitas usahatani dan pilihan pasar kentangnya.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






