Dampak perubahan iklim terhadap pertanian dan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia : Analisis keseimbangan umum
ektor pertanian merupakan sektor penting dalam menyediakan bahan
pangan dan menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Perubahan iklim
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130100044 338.1 Her d/R.12.44 Perpustakaan Pusat (REF.12.44) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 338.1 Her d/R.12.44Penerbit Program doktor fakultas ekonomi UNPAD : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xv,;171 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 338.1 Her dTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab HERMAWAN WAWAN -
ektor pertanian merupakan sektor penting dalam menyediakan bahan
pangan dan menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Perubahan iklim
memberikan dampak pada kenaikan suhu dan perubahan curah hujan sehingga
membawa dampak negatif bagi sektor pertanian. - Output sektor pertanian turun
seiring dengan adanya dampak perubahan iklim. Selain itu, pengaruh kenaikan
harga output pertanian di luar negeri sebagai dampak dari adanya perubahan iklim
di luar negeri, juga memberi dampak pada sektor pertanian di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari perubahan iklim dan
perubahan harga pertanian internasional yang disertai dengan pilihan atas proteksi
impor atau tidak untuk output pertanian. Model yang digunakan adalah model
Computable General Equilibrium (CGE) yang dinamik rekursif dari Monash
University. Parameter diambil dari GT AP dan data yang digunakan diambil dari
tabel Input Output Indonesia tahun 2008, Susenas 2008, tabel Sistem Neraca
Sosial Ekonomi (SNSE) 2008 dan berbagai publikasi lainnya. 20 sektor ekonomi
termasuk 4 sektor pertanian digunakan sebagai data penelitian dengan rentang
waktu penelitian sampai dengan tahun 2030 dimana perubahan iklim diprediksi
mulai terjadi di Indonesia
- .
Semua hasil simulasi mengacu pada baseline scenario dengan asumsi
perekonomian Indonesia akan tumbuh sampai dengan tahun 2030 seperti yang
ditargetkan pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), dimana
pertumbuhan ekonomi sekitar 6.5%. Terdapat 8 simulasi untuk melihat dampak
dari perubahan iklim dan harga intemasional sebagai dampak perubahan iklim
dari luar negeri. Simulasi ini juga dikemas dalam dua skenario yaitu skenario
proteksi dan membebaskan impor produk pertanian. Hasil semua simulasi
menunjukkan bahwa dalam jangka panjang atau sampai dengan tahun 2030,
dimana kebijakan restriksi impor produk pertanian memperparah dampak negatif
perubahan iklim terhadap kesejahteraan jika dampak perubahan iklim terjadi
melalui penurunan produktivitas pertanian domestik. Kebijakan restriksi impor
produk pertanian meredam dampak negatif perubahan iklim terhadap
kesejahteraan jika dampak perubahan iklim terjadi melalui peningkatan harga
harga komoditi pertanian intemasional. Implikasi kebijakan dari semua simulasi
adalah hams disiapkan sektor pertanian yang tahan atas perubahan iklim dan
mengarahkan kebijakan perdagangan intemasional untuk produk pertanian pada
sistem perekonomian pasar tanpa adanya restriksi impor produk pertanian.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






