<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14082">
 <titleInfo>
  <title>Kinerja Industri Kecil dan Menengah Berdasarkan Orientasi Kewirausahaan dan Modal jaringan Melalui Derajat Internasionalisasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ginta Ginting</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program doktor fakultas ekonomi UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>XI,;245 HLM,;29 CM</extent>
 </physicalDescription>
 <note>iberalisasi perdagangan dan globalisasi pasar menjadi momentum yang baik bagi Industri &#13;
Kecil Menengah (lKM) untuk terlibat pada bisnis intemasional misalnya melalui ekspor. &#13;
Dalam kurun waktu satu dekade ini jumlah IKM yang melakukan ekspor menunjukkan &#13;
kecenderungan meningkat seiring dengan perkembangan leT (Information Communication &#13;
Technology). Namun bagi IKM, bisnis pada pasar internasional memberikan tantangan berat &#13;
karena kemampuan daya saing yang masih rendah. Untuk itu, strategi peningkatan daya &#13;
saing menjadi agenda penting bagi IKM dengan fasilitasi optimal dari stakeholder. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan menginvestigasikan pengaruh orientasi kewirausahaan, modal &#13;
jaringan dan derajat intemasionalisasi secara simultan dan parsial terhadap kinerja lKM. &#13;
Pengukuran dilakukan terhadap variabel penelitian dengan menentukan seberapa besar &#13;
hubungan dan pengaruh antarvariabel. Metode analisis yang digunakan adaJah deskriptif dan &#13;
verifikatif. Uji hipotesis yang digunakan adalah statistic multivariate-Partial Least Square. &#13;
Populasi pada penelitian ini adalah pemilik atau manajer IKM yang melakukan bisnis &#13;
intemasional (orientasi ekspor). Pemilihan sampel yang digunakan adalah stratifikasi random &#13;
sampling. Dalam peneJitian ini, terdapatjumlah sampel sebanyak 186 IKM yang tersebar di &#13;
3 provinsi (DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat). &#13;
&#13;
Hasil analisis deskriptif didapatkan bahwa pengusaha IKM masih merasakan kesulitan &#13;
melakukan bisnis intemasional karena terkendala dengan pengurusan perizinan ekspor yang &#13;
rumit. Hal ini berakibat pemilihan ekspor tidak langsung oleh sebagian besar IKM. Akses &#13;
pada sumberdaya dan pengetahuan serta peluang pasar intemasional untuk melakukan &#13;
ekspor melalui jaringan yang dibangun dengan partner belum dapat secara optimal &#13;
dimanfaatkan oleh para pengusaha IKM. Derajat intemasionalisasi yang menunjukkan &#13;
intensitas perusahaan dalam melakukan bisnis intemasional masih rendah. Kinerja IKM &#13;
secara finansial masih belum menunjukkan pencapaian yang baik, namun pengusaha IKM &#13;
masih menilai bahwa pasar intemasional sangat potensial dan memberikan kepuasan &#13;
tersendiri karena dapat pengakuan melakukan bisnis di tingkat intemasional. &#13;
&#13;
Pengaruh modal jaringan dan orientasi kewirausahaan secara simultan berperan kecil &#13;
terhadap derajat intemasionalisasi. Secara parsial modal jaringan berpengaruh lebih dominan &#13;
dibanding dengan orientasi kewirausahaan terhadap derajat intemasionalisasi. Orientasi &#13;
kewirausahaan, modal jaringan dan derajat intemasionaliasi berpengaruh terhadap kinerja &#13;
bisnis. Adapun derajat intemasionalisasi memberikan pengaruh paling besar sehingga &#13;
didapatkan bahwa semakin tinggi derajat intemasionalisasi berdampak besar pada &#13;
peningkatan kinerja bisnis. Dalam studi ini juga ditemukan bahwa derajat intemasionalisasi &#13;
berperan sebagai mediator untuk orientasi kewirausahaan dan modal jaringan pada kinerja &#13;
bisnis. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Ginting Ginta</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kata kunci: orientasi kewirausahaan, modal jaringa</topic>
 </subject>
 <classification>338.04 Gin K</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>338.04 Gin K/R.12.42</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140100029</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.12.42)</sublocation>
    <shelfLocator>338.04 Gin K/R.12.42</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14082</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:08:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-09-05 14:04:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>