Detail Cantuman

No image available for this title

 

PERFORMAN ENTOG (Cairina moschata) JANTAN YANG DIBERI RANSUM BERBAGAI IMBANGAN ENERGI-PROTEIN PADA SISTEM KANDANG BERBEDA


ABSTRAK
Performan Entog Jantan (Cairina noschata) Yang Diberi Ransum Berbagai Imbangan Energi-Protein Pada Sistem Kandang Berbeda

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100239636 Tan P/R.20.16Perpustakaan Pusat (REF.20.16)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    363 Tan p/R.20.16
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;132 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    363
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Performan Entog Jantan (Cairina noschata) Yang Diberi Ransum Berbagai Imbangan Energi-Protein Pada Sistem Kandang Berbeda
    Penelitian tentang performan entog jantan (Cairina moschata) yang diberi ransum berbagai imbangan energi-protein pada sistem kandang berbeda cage dan ranch telah dilakukan dalam tiga tahap : Penelitian Tahap I dilakukan untuk mendapatkan bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, persentase bulu, kandungan protein karkas dan kandungan lemak karkas. 44 ekor anak entog jantan dipelihara sejak umur 3 minggu sampai dengan 12 minggu; dengan diberi ransum grower (PK 16,13 `)/0 dan ME 2953 kkal/kg). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama fase pertumbuhan: konsumsi ransum 112,25 g/ekor/hari; pertambahan bobot badan adalah 31,39 g/ekor/hari; rataan bobot badan 1784,20 g, persentase bulu 6,82 % dengan kandungan protein 83,23 %, ; protein karkas 18,34 %; lernak karkas 14,27 %. Data ini selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk penelitian tahap
    Penelitian Tahap II terdiri atas tiga kegiatan yaitu :1) Penentuan nilai efisiensi penggunaan protein (EPP) 2) Penentuan kebutuhan protein/hari/ekor dan 3) Penentuan kebutuhan energi metabolis/hari/ekor selama fase pertumbuhan. Ternak yang digunakan 16 ekor anak entog jantan umur 6 minggu. Penentuan EPP dan kebutuhan protein serta energi metabolis didasarkan pada rumus Scott, dkk.,(1982). Hasid pengamatan menunjukkan bahwa nilai Efisiensi Penggunaan Protein adalah 58,85 %; kebutuhan protein dan energy metabolis masing-masing adalah 16,434 g/ekor/hari dan 291,043 kkal/ekor/hari. Data ini selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk penelitian tahap III.
    Penelitian Tahap III merupakan pengujian atas ransum yang diformulasikan berdasarkan hasil penelitian tahap II pada tingkat konsumsi ransum 112,25 g/ekor/hari , maka ransum yang diberikan mengandung ME 2600 kka1/kg dengan protein kasar 15 %. Kandungan protein ransum divariasikan sebesar 2 % dan energi metabolis sebesar 200 kkal/kg. Perlakuan terdiri atas 9 ransum dengan berbagai imbangan E/P yaitu RI: 2400/13 (18,46); R2: 2400/15 (16,00); R3: 2400/17 (14,12); R4: 2600/13 (20,00); R5: 2600/15 (17,33); R6: 2600/17 (15,29); R7: 2800/13 (22,31); R8: 2800/15 (18,67); dan R9: 2800/17 (16,47). Ternak percobaan berupa anak entog jantan umur 3 minggu sebanyak 108 ekor. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot dan persentase karkas, persentase bagian karkas, kadar lemak

    abdominal dan kadar lemak karkas, keempukan daging, diameter serabut otot dan "income over feed cost". Rancangan dasar percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap Pole Dua Faktor Tersarang, yaitu 1m bangan Energi/Protein Ransum (faktor B) yang tersarang pada sistem kandang (faktor A) yaitu cage dan ren. Setiap perlakuan diulang 2 kali dan setiap ulangan terdiri atas 3 ekor anak entog.
    Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :
    1. Kebutuhan Energi dan protein pada ransum untuk entog jantan pada fase pertumbuhan adalah 2600 kka!/kg dan 15% dengan Imbangan E/P 17,33 kkal/g protein.
    2. Pemeliharaan entog jantan fase pertumbuhan pada kandang sistem ranch menghasilkan nilai performan, bobot dan lemak karkas serta diameter serat daging yang lebih tinggi tetapi memberikan nilai "income over feed cost" yang lebih rendah dibandingkan pemeliharaan pada kandang sistem cage.
    3. Entog yang dipelihara pada kandang sistem cage dengan diberi ransum yang mengandung energi 2600 kkal/kg dan protein 15% serta irnbangan E/P 17,33 kkal/g protein (R5) menghasilkan performan yang paling baik dengan nilai "income over feed cost" yang optimal.

    Kata Kanci : entog jantan, energi, protein, kandang, performan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi