Detail Cantuman

Image of Bioavailabilitas Kalsium Dan Fosfor Special Bone meal Produk Hidrolisis Alkali Tulang Iakan Cakalang (Katsuwonus pelamis L ) Pada Ayam Broiler.

 

Bioavailabilitas Kalsium Dan Fosfor Special Bone meal Produk Hidrolisis Alkali Tulang Iakan Cakalang (Katsuwonus pelamis L ) Pada Ayam Broiler.


BIOAVAILABILITAS KALSIUM DAN FOSFOR
special bone meal PRODUK HIDROLISIS ALKALI
TULANG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L)
PADA ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100231636.Bag.b/R.20.1Perpustakaan Pusat (REF.20.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    636 Bag b/R.20.1
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;136 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    636
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • BIOAVAILABILITAS KALSIUM DAN FOSFOR
    special bone meal PRODUK HIDROLISIS ALKALI
    TULANG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L)
    PADA AYAM BROILER
    Oleb,
    Betty Bagau
    Tim Promotor
    Prof. Dr. Hj. Tjitjah Aisjah, M.S
    Dr. Ir. Rachmat Wiradimadja, M.S
    Dr. Denny Rusmana, S.Pt., M.Si
    ABSTRAK
    Tuiang ikan merupakan limbah industri pengolahan hash! perikanan yang potensial sebagai bahan sumber kalsium dan fosfor bagi temak. Prinsip umum mengolah tulang ikan menjadi tepung tulang adalah upaya menghidrolisis komponen non ash yang terdapat pada tulang terutama kolagen. Hidrolisis kolagen dapat dilakukan dengan menggunakan alkali atau larutan basa. Jenis alkali dapat bersumber dari alkali kimiawi (NaOH) dan alkali alami (Filtrat Abu Sekam Padi). Efektifitas hidrolisis kedua jenis alkali dipengaruhi oleh konsentrasi dan lama pengolahan dan spesifik untuk setiap bahan yang diolah.
    Penelitian ini telah dilakukan di laboratorium Nutrisi Ternak Unggas, Non Ruminansia dan Industri Makanan Temak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Jatinangor—Sumedang. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu : Tahap pertama, pengolahan tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L)
    menggunakan alkali NaOH dan FASP untuk menghasilkan SBMITC) sebagai
    sumber kalsium dan fosfor. Tahap kedua, pengujian bioavabilitas SBM(Tc) produk olahan pilihan penelitian tahap pertama sebagai suplemen mineral dalam ransum broiler. Penelitian tahap pertama dilakukan dua percobaan terpisah menggunakan metode eksperimen di laboratorium dengan rancangan acak lengkap tersarang masing—masing:1) tingkat konsentrasi NaOH (2,3 dan 4%) dengan lama hidrolisis 12, 24, 36 dan 48 jam, dan 2) tingkat konsentrasi FASP (10, 20 dan 30%) dengan lama hidrolisis 12, 24, 36 dan 48 jam. Pengaruh antar perlakuan diuji dengan analisis ragam dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan. Produk terbaik hasil olahan NaOH dibandingkan dengan produk terbaik hasil olahan FASP menggunakan uji—t. Penelitian tahap kedua menggunakan rancangan acak lengkap tiga perlakuan sumber kalsium (Dicalcium phosphate/DCP, tepung tulang
    komersialltulang sapi dan SBM(TC) hasil olahan terbaik tahap I. Masing—masing diulang sebanyak enam kali. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan alkali NaOH lebih efektif meningkatkan tulang ikan cakalang yang dihidrolisis, kadar
    kalsium dan fosfor SBM(TC) yang dihasilkan dibandingkan dengan FASP.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi