Detail Cantuman

Image of Model Dinamik Proses Adopsi  Teknologi Pascapanen Padi Spesifik Wilayah Jawa Barat

 

Model Dinamik Proses Adopsi Teknologi Pascapanen Padi Spesifik Wilayah Jawa Barat


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai proses yang menyebabkan
terjadinya dinamika proses adopsi Teknologi Pascapanen Padi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100045681,763 Abb m/R.15.83Perpustakaan Pusat (REF.15.83)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    681,763 Abb m/R.15.83
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xx,'262 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    681,763
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai proses yang menyebabkan
    terjadinya dinamika proses adopsi Teknologi Pascapanen Padi Spesifik Wilayah Jawa
    Barat (TPPSWJ). Produktivitas padi dan pendapatan petani merupakan tolok ukur
    untuk mengetahui sejauh mana pengaruh adopsi teknologi terhadap keduanya.
    Dinamika yang sempat meningkat, stagnan dan penurunan yang menukik, menjadi
    perhatian dalam membangun model yang dapat digunakan sebagai sarana analisis
    untuk menjelaskan dinamika produktivitas padi, dan merancang masukan kebijakan
    Pengembangan Teknologi Pascapanen Padi (PTPP). Metode yang digunakan dalam
    penelitian adalah deskriptip analisis dengan menggunakan pendekatan System
    Dynamics.

    Dalam pemanfaatan teknologi Pascapanen khususnya perontok padi petani di
    Jawa Barat yang direpresentasikan oleh tiga kabupaten contoh yaitu Indramayu,
    Sumedang dan Tasikmalaya, umumnya lebih memilih perontok tradisional yaitu
    salome atau gebot. Petani masih mempertimbangkan norma sosial dan kekerabatan.
    Unsur yang mendominasi dalam pemanfaatan perontok padi berdasarkan persepsi
    masyarakat antara lain adalah: tingkat kesulitan teknis dan tingkat kesulitan perolehan
    informasi (31.8 %). Dalam pengembangan model dinamik proses adopsi variabel­
    variabel yang mempengaruhi antara lain proses difusi, populasi penduduk, dan
    penyedia teknologi.

    Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah proses adopsi TPPSWJ
    yang kompleks dapat dimodelkan dengan memperhatikan keadaan aktual di lapangan
    dan kebijakan yang dihasilkan dari model dinamik yang teruji dapat mengungkit
    wilayah kritis proses adopsi sehingga dapat memecahkan masalah yang dihadapi.
    Model ini telah menampilkan perilaku aktual dan perilaku simulasi yang sama antara
    lain pada variabel produktivitas padi, berdasarkan data historis 1970-2003. Model
    aktual dan simulasi memperlihatkan bahwa model dan struktur model telah valid
    menurut uji statistik Theil, sedangkan referensi model telah mencerminkan pula
    perilaku historisnya antara lain pada variabel pendapatan petani. Dengan demikian
    model dapat digunakan untuk analisis kebijakan.

    Untuk merumuskan masukan kebijakan PTPP,analisis kebijakan
    menggunakan rentang waktu 1970-2040. Dalam analisis ini skenario kebijakan
    akselerasi memberikan kinerja produktivitas padi dan peningkatan pendapatan yang
    lebih baik daripada kinerja skenario kebijakan PDB. Selain itu, kebijakan akselerasi
    mendorong difusi dan adopsi inovasi yang tinggi

    Di Jawa Barat, PTPP dapat ditentukan melalui simulasi komputer dari model
    system dynamics yang telah dihasilkan. Simulasi ini menunjukkan bahwa proses naik
    turunnya perilaku produktivitas padi terjadi melalui intervensi berbagai parameter
    penting dalam model, seperti pengendalian harga, pemberian sarana prasarana, dan
    pengaruh ekonomi masyarakat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi