<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14025">
 <titleInfo>
  <title>Dekomposisi Sejarah Sengon (Paraserianthes Falcataria (L.) Nielsen ) Akibat Penimbunan Serasah Di Dalam tanah Dan Penambahan Arang Sekam  Padi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurudin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;209 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui laju dekomposisi, simpanan karbon &#13;
(C) dan simpanan nitrogen (N) serasah sengon yang ditimbun dan ditambahkan &#13;
arang sekam padi. Tujuan percobaan pertama adalah untuk mengetahui &#13;
pengaruh kedalaman penimbunan terhadap laju dekomposisi serasah. Percobaan &#13;
pertama dilaksanakan dengan menggunakan 2 faktor yang disusun dengan &#13;
rancangan petak terbagi. 500 g (471.48 g bobot kering ) serasah Sengon, &#13;
diberikan perlakukan penimbunan tanah dengan kedalaman 20; 40; 60 dan 80 &#13;
cm (anak petak). Pengukuran parameter dilakukan pada hari inkubasi ke-3; 6; &#13;
9;12; 15 dan 21 (petak utama). Percobaan kedua dilaksanakan untuk menguji &#13;
pengaruh penambahan arang sekam padi dan kedalaman penimbunan tanah &#13;
terhadap laju dekomposisi, simpanan C dan simpanan N dari serasah daun &#13;
sengon yang ditimbun selama 120 hari pada musim hujan. Percobaan kedua &#13;
menggunakan 3 faktor yang disusun dalam rancangan petak-petak terbagi. &#13;
Serasah diberikan perlakukan penimbunan tanah dengan kedalaman 20,40, dan &#13;
80 cm (anak- anak petak) dan ditambahkan arang sekam padi dengan kadar 2,5 &#13;
% dan 5 % (anak petak). Pengukuran parameter dilakukan pada hari inkubasi &#13;
ke-15; 30; 60; dan 120 (petak utama). Parameter yang diukur adalah suhu, pH, &#13;
bobot kering, laju dekomposisi, C-organik,N-total , CIN, C-A. Humat, C-A. &#13;
fulvat, C-Humin, respirasi dan emisi C02, N20 ClL. Hasil percobaan pertama, &#13;
kedalaman penimbunan mempengaruhi semua parameter yang diukur. &#13;
Kehilangan bobot kering terbanyak terjadi kedalarnan 20 cm. Laju dekomposisi &#13;
terendah terjadi pada kedalaman penguburan 80 cm dan serasah di atas &#13;
permukaan tanah. pH dan kadar air bertambah dengan pertambahan kedalaman . &#13;
penimbunan. Hasil percobaan kedua, suhu dan pH serasah yang ditimbun tanah &#13;
lebih tinggi dari serasah di permukaan tanah, dan menurun seiring dengan &#13;
kedalaman tanah dan peningkatan kadar arang. Kadar air serasah bertambah &#13;
seiring kedalaman dan kadar arang. Pada hari ke- 120, C-organik tertinggi &#13;
pada kedalaman 80 cm, arang sekam 5 % ( 43,24 % dari bobot kering 255,61 g) &#13;
dan si sa bobot kering tertinggi pada kedalaman 80 cm dengan arang sekam 2,5 &#13;
% (279,86 g dengan kandungan C-organik 41,97 %). Laju dekomposisi &#13;
terendah pada kedalaman 80 cm, dan arang sekam 5 %. (hari ke -120). N-total &#13;
tanah meningkat seiring waktu inkubasi. Kedalaman tanah dan arang &#13;
menurunkan kehilangan C dan N. CIN turun dari 17 ke 12. A. fulvat dan A. &#13;
humat lebih banyak pada serasah di permukaan tanah. Kedalaman tanah dan &#13;
arang sekam mendukung pembentukan humin, A. fulvat dan A. humat. Pada &#13;
kondisi aerob, respirasi C02 dan N20 meningkat seiri_ng kedalaman. Pada &#13;
kondisi kurang aerob, respirasi C02 dan N20 turun seiring dengan kedalaman. &#13;
Respirasi ClL terjadi setelah hari ke-60. Emisi gas C02, N20 dan CH4 berasal &#13;
dari serasah dan tanah.</note>
 <note type="statement of responsibility">NURUDIN</note>
 <subject authority="">
  <topic>sengon, dekomposisi, karbon, penguburan, arang</topic>
 </subject>
 <classification>630 Nur D</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>630 Nur D/R.15.35</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140100133</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15,35)</sublocation>
    <shelfLocator>630 Nur D/R.15.35</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14025</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:03:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-30 09:31:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>