Detail Cantuman

Image of Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Tuna Madidihang (Thunnus Albacares Bonnaterre 1788) Sebagai Dasar Penyusunan Konsep Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan Di WPPNRI 573

 

Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Tuna Madidihang (Thunnus Albacares Bonnaterre 1788) Sebagai Dasar Penyusunan Konsep Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan Di WPPNRI 573


Penelitian Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Tuna
Madidihang (Thunnus Albacares Bonnaterre 1788) sebagai Dasar Penyusunan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140100138630 Kri P/R.15.30Perpustakaan Pusat (REF.15.30)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    630 Kri P/R.15.30
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;286 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    630 Kri P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Tuna
    Madidihang (Thunnus Albacares Bonnaterre 1788) sebagai Dasar Penyusunan
    Konsep Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di WPPNRI 573 bertujuan untuk
    menganalisis dan mendapatkan; (1) Besarnya potensi Iestari dan tingkat pemanfaatan
    secara biologi (MSY) beserta konsep pengelolaan, (2) Besamya potensi lestari dan
    tingkat pemanfaatan secara ekonomi (MEY) beserta konsep pengelolaan,
    (3) Besamya potensi lestari dan tingkat pemanfaatan secara sosial (MSc y), beserta
    konsep pengelolaan untuk perikanan Tuna Madidihang yang berkelanjutan di
    WPPNRI 573.

    Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi: (1) pengkajian stok
    dengan menggunakan model produksi surplus (surplus production model) dari
    Schaefer dan Fox untuk mengestimasi potensi lestari (MSY) dan model Gordon­
    Schaefer untuk mengestimasi potensi lestari secara ekonomi (MEY) dan potensi
    lestari secara sosial (MScY), (2) analisis status keberlanjutan secara umum
    menggunakan metode modivikasi dengan Rap YF 573.

    Pengkajian stok menggunakan data sekunder berupa data produksi dan upaya
    penangkapan berdasarkan data statistik perikanan tangkap tahun 2003 sampai tahun
    2012 yang diperoleh dari PPN Palabuhanratu (Jawa Barat), PPS Cilacap (Jawa
    Tengah) dan PPN Pengambengan / GP. Benoa (Bali). Analisis keberlanjutan
    digunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan 53 Nakhoda atau
    perwira kapal yang mewakilinya.

    Hasil penelitian menunjukkan jenuh tangkap (Fully Exploited, FE) secara
    biologi (biological overfishing) terhadap jenis Tuna Madidihang di WPPNRI 573
    temyata sudah terbukti, dibuktikan dengan hasil tangkapan aktual pada tahun 2012
    sebesar 27.521 ton, melewati Total Allowable Catch (TAC) yaitu 23.825 ton.

    Secara ekonomi (Economic overfishing) lebih tangkap terhadap jenis ikan Tuna
    Madidihang di WPPNRI 573 sudah terjadi. Ini dibuktikan dengan hasil tangkapan
    aktual sebesar Rp. 259.356.411.128,- tidak dapat mencapai MEY yang jumlahnya
    sebesar Rp.363.725.142.604,-.

    Secara sosial (Social overfishing) lebih tangkap terhadap jenis Tuna Madidihang di
    WPPNRl 573 yang terjadi pada saat ini terbukti, dimana hasil tangkapan aktual tidak dapat
    mencapai MScY. Hasil tangkapan aktual hanya mencapai Rp. 259.356.411.128,- tidak
    mencapai hasil MScY sebesar Rp.363.771.001.114,-.

    Model pengelolaan keberlanjutan sumberdaya ikan Tuna Madidihang di
    WPPNRI 573 tidak dapat dilakukan secara parsial tetapi harus dilakukan secara
    sinergi antara model biologi,ekonomi dan sosial. Model pengelolaan yang harus
    dilakukan secara sinergi adalah mengatur laju eksploitasi optimum dengan cara;
    pembatasan upaya (effort) yang terkait langsung denganfishing cost, jumlah armada
    terkait efisiensi, dan pembatasan hasil tangkapan (yield) melalui penerapan quota.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi